oleh

Penyaluran Dana Stimulan Rumah Rusak, Bukan Uang Tunai Tapi Material

MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, memberi pembekalan pada pendamping teknis dan administrasi penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) dan dana stimulan rumah rusak.

Plt. Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim mengatakan, ada 100 orang pendamping yang mengikuti pelatihan sejak Jumat 10 September.
Materi pelatihan meliputi Petunjuk Teknis (Juknis) penyaluran dana stimulan dan pembangunan rumah rusak, desain dan metode pembangunan rumah layak huni standar Rumah Tahan Gempa (RTG),” kata Taslim, yang dikonfirmasi, Sabtu 11 September.
Pelatihan tersebut menurut Taslim, penting agar penyaluran dapat dilakukan secara baik dan benar. Nantinya, pendamping membantu warga membuat RAB pembangunan rumah sesuai keinginan warga.
Setiap rumah yang dibangun harus sesuai RAB agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.
“Saat ini masih proses pencetakan buku rekening penerima. Pekan depan insya Allah sudah selesai. Senin (hari ini, red) mereka (pendamping, red) sudah bekerja. Mereka langsung ke kecamatan-kecamatan,” jelas Taslim.
Untuk kategori rumah rusak berat, bantuannya bakal dilakukan dua tahap. Itu pun bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan material.
“Rusak berat itu sesuai Juklak (petunjuk pelaksanaan, red) tidak tunai. Tapi hanya mengambil material dari toko. Yang tunjuk toko itu penerima. Satu pendamping kalau rusak berat 50 rumah. Kalau rusak sedang dan ringan, satu orang dampingi 100 rumah,” ungkapnya.
Ketua Komisi I DPRD Mamuju, Sugianto mengatakan, Juknis dan Juklak penting dicermati. Untuk itu, ia mengagendakan pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
IA mewanti-wanti agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan.
“Lebih penting harus diminta Juknisnya dari BNPB Pusat. Karena tentu tidak boleh BPBD membuat skema penyaluran secara sembarangan,” pungkas Sugianto. (**)

Komentar

News Feed