oleh

Penyaluran Bantuan Rumah Rusak Terkesan Rumit

MAMUJU – Tim pendamping bantuan stimulan rumah rusak masih bekerja membantu warga membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Tim yang berjumlah 100 orang itu tersebar di kelurahan dan desa di enam kecamatan terdampak gempa bumi, di Mamuju.

Mereka mendampingi warga menentukan estimasi biaya material dan upah tukang serta administrasi rumah sebagai pertanggungjawaban bantuan stimulan.

Salah seorang tim pendamping, Abraham yang bertugas di Kelurahan Rimuku mengatakan, sudah mendampingi 109 warga selama sepekan. Nantinya, RAB dan berkas lainnya bakal diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, untuk proses pencairan.

“Semakin cepat terkumpul administrasinya semakin cepat juga cair bantuannya. Sudah ada sekira 10 rumah yang sudah memenuhi syarat. Yang lainnya masih ada yang lebih dan kurang estimasi biayanya,” kata Abraham, Rabu 29 September.

Plt Kepala BPBD Mamuju, Muhammad Taslim menerangkan, tim pendamping dibentuk lantaran masih banyak warga tidak mengetahui proses pembuatan RAB sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) BNPB.

Tim pendamping bertugas melengkapi administrasi seperti sertifikat rumah atau sejenisnya dan membuat RAB. Khusus kategori rusak berat, warga dan pendamping mesti melengkapi sketsa rumah yang bakal dibangun.

“Rusak berat ada sketsa gambar rumah. Kalau rumah rusak kategori sedang dan ringan hanya RAB standar saja,” jelas Taslim.

Menurutnya, proses penyaluran bantuan stimulan sudah berjalan sesuai tahapan. Dimulai dari assesment, verifikasi rumah, pendampingan dan proses pencairan. Sedangkan, bagi penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sudah ada sekira 1.000 rumah yang sudah menerima DTH tersebut.

“Proses pencairan bakal bertahap dilakukan hingga Desember,” tuturnya.

Ketua Komisi I DPRD Mamuju, Sugianto, mengaku penasaran dengan Juklak yang kerap disebut BPBD Mamuju.

Pihaknya sudah meminta juklak yang dimaksud namun BPBD Mamuju tak kunjung memberikan.

Karena itu, hari ini DPRD Mamuju bakal menghadirkan BPBD Mamuju dalam rapat di gedung DPRD Mamuju guna membahas hal tersebut.

Soal DTH, Sugianto mengaku sudah ada warga yang menyampaikan telah menerima DTH.

“Alhamdulillah, ada laporan yang masuk kalau sudah ada beberapa yang terima DTH. Mereka yang terima itu tentu terima juga bantuan stimulan rumah rusak berat Rp 50 juta,” pungkasnya. (ajs/jsm)

Komentar

News Feed