oleh

Penolakan UU Cipta Kerja Terus Menggelinding

MAJENE – Unjuk rasa sebagai penolakan keras terhadap UU Citpa Kerja masih menggelinding di Majene.

Kali ini, aksi damai dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majene, Rabu 21 Oktober di lampu merah bundaran pusat pertokoan.

Menurut mereka, undang-undang ini berpotensi memiliki dampak sistemik dan massif terhadap berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari kajian Pengurus Besar HMI, UU Ciptaker berpotensi mengurangi hak-hak tenaga kerja untuk mendapat kompensasi yang layak dari hasil kerjanya, khususnya semakin tidak menentunya status kepegawaian, perhitungan uang pesangon yang tidak adil, dihilangkannya cuti khusus dan banyak lainnya.

Di Majene aksi protes UU Ciptaker selalu berujung damai. Usai menyuarakan tuntutan hingga aksi bakar ban, massa pun membubarkan diri dengan teratur.

“Kondisi ini tidak terlepas dari koordinasi baik serta tingginya kepedulian para mahasiswa menjaga fasilitas umum. Alhamdulillah,” ujar Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Majene, AKP Ujang Saputra selaku koordinator pengamanan yang turut mengawal aksi demo kemarin.

Seperti aksi-aksi sebelumnya kata dia, massa mahasiswa hanya menyuarakan tututannya menolak UU Ciptaker hingga meminta Presiden turun dari jabatannya karena dianggap tidak mampu mengurus rakyat.

Di lapangan, sejumlah personel Polres Majene melakukan pengawalan aksi. Sebagian terlihat mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.

Terpisah, Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji mengucapkan apresiasi atas dedikasi seluruh personel memastikan situasi tetap kondusif selama berlangsungnya aksi.

“Semoga apa yang kita kerjakan bernilai pahala disisi Tuhan yang maha kuasa, keamanan dan ketertiban NKRI harga mati,” tandasnya. (r2/rul)

Komentar

News Feed