oleh

Pengurus HIMPSI Sulbar Dikukuhkan

SIMBORO — Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sulbar yang di ketuai Edwin Bara resmi di kukuhkan di Aula Kantor BKKBN Sulbar, Minggu 24 November 2019.

Pengukuhannya dilakukan oleh Ketua Umum PP HIMPSI, Seger Handoyo yang disaksikan Sekprov Sulbar DR. Muhammad Idris DP dan Kepala BKKBN Sulbar Hj. Andi Ritamariani Basharu. Pengukuhannya juga di rangkaikan dengan deklarasi dan seminar nasional terkait tantangan dunia kerja era industri digital 4.0 yang diikuti puluhan generasi milenial.

Sekprov Sulbar DR. Muh. Idris DP mengapresiasi kehadiran HIMPSI di Sulbar. Kehadirannya diyakini akan berdampak banyak pada kesuksesan pemerintahan di Sulbar. Terutama dalam pembinaan SDM terkait perbaikan mental sangat dibutuhkan dalam mengawal birokrasi yang sehat.

“Di Sulbar kita memiliki banyak SDM, tapi human capitalnya yang kurang. Olehnya, kami berharap banyak dengan kehadiran HIMPSI di Sulbar, terutama membantu perbaikan SDM ASN yang mencapai kurang lebih 5000 orang,” ujarnya.

Idris menambahakan, pekerjaan terberat di Sulbar adalah perbaikan SDMnya. Ada ASN yang memiliki mental kurang baik. Olehnya, untuk membangun mental yang baik terhadap ASN peran psikolog diharapkan dapat membantu.

Selain itu, semakin hari dorongan perbaikan di birokrasi yang berkelas semakin gencar. Birokrasi berkelas selalu berbicara kompetensi. Ketika berbicara kompetensi, disinilah di harapkan peranan psikolog dapat membantu.

“Terkait kompetensi fungsional, saya yakin ASN sudah ketahui. Tetapi kompetensi yang berbicara terkait bagaimana membentuk orang yang jujur dan berkarakter inilah yang tidak mudah dilakukan. Disinilah kita mengharapkan peranan psikolog bagaimana mereka bisa mencipatakan ASN yang jujur dan berkarakter di Sulbar. Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah,” ujarnya.

Ketua Umum PP HIMPSI Seger Handoyo mengatakan, pengukuhan pengurus HIMPSI wilayah Sulbar merupakan yang ke 33 di Indonesia. Pengukuhannya akan membantu pemerintah dan masyarakat berkaitan dengan permasalahan psikologis yang banyak terjadi di tengah masyarakat Sulbar.

“Mudah-mudahan masyarakat dan instansi di Sulbar bisa bekerja sama dengan HIMPSI Sulbar di berbagai hal, seperti kegiatan sosial dan lainnya yang membutuhkan psikolog,” ujarnya.

Handoyo berharap, Pemprov Sulbar dapat membantu dan memberdayakan HIMPSI Sulbar dalam penyelesaian persoalan yang di hadapi Pemprov Sulbar terrutama terkait psikologi.
“Saya berharap, kehadiran HAMPSI Sulbar bisa memberikan sumbangan untuk perkembangan dan kemajuan Sulbar sebagai daerah yang tergolong baru,” ujarnya.

Kepala BKKBN Sulbar Andi Ritamariani Basharu berharap kehadiran HIMPSI Sulbar dapat membantu BKKBN berkaitan penyelesaian permasalahan psikologis. Seperti di bidang Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) yang rentan dengan permasalahan psikologis. BKKBN akan terus membangun kolaborasi dengan HIMPSI jika mendapat permasalahan.

“Hadirnya HIMPSI Sulbar akan memudahkan kami dalam banyak hal. Seperti dalam melakukan assesmen yang wajib mengahdirkan psikolog. Kami tidak perlu lagi mengambil psikolog dari luar daerah. Dengan demikian, biaya yang kami gunakan juga akan berkurang,” ujarnya. (ian/rs)

Komentar

News Feed