oleh

Pengungsi di Polman Dipulangkan

MAJENE – Sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) atau 32 jiwa warga Majene yang mengungsi di wilayah Polewali Mandar (Polman), dipulangkan, Jumat 29 Januari.

Para pengungsi tersebut, dibekali satu lembar terpal, beserta logistik. Pemulangan dilakukan dengan menggunakan bus Pemkab Majene.

Asisten I Setda Majene Nahdlah B Fattah melepas para pengungsi ini. Ia menyampaikan, sebagian pengungsi di Polman sudah berkeinginan kembali ke kampung halaman untuk beraktivitas seperti sedia kala. “Ini sesuai info dari Dandim Polman, bahwa warga Majene sebahagian sudah mau pulang,” ujar Nahdlah.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene Rakhmat menjelaskan, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) darurat di Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda membutuhkan toilet portable. Itu demi mengoptimalkan pelayanan kesehatan di PKM tersebut.

“Petugas kesehatan sudah berada di lokasi terisolir, untuk mengedukasi warga yang ingin direlokasi ke kota Majene. Agar mendapatkan tempat yang lebih baik bagi ibu hamil, menyusui, bayi dan lansia,” sebut Rakhmat.

Menanggapi, Bupati Majene Lukman Nurman mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Majene untuk segera membangun toilet sesuai kebutuhan pasien di PKM darurat.

“Untuk ibu menyusui, hamil dan lansia di pengungsian dan daerah terisolir, akan diangkut menggunakan helikopter dari lokasi terisolir menuju kota Majene. Untuk penampungannya di Hotel B’ Nusabilla Lembang, karena gedung LPMP masih ditempati pasien OTG Covid-19,” ungkapnya.

Lukman menambahkan, keinginan pemerintah pusat memindahkan para ibu hamil, menyusui dan lansia ke gedung representatif di kota Majene. “Saat ini, Dinas PUPR Majene sedang melakukan pekerjaan pada 5 titik longsoran, dan sudah 2 titik dalam pengerjaan karena alat berat sudah berada di lokasi longsoran,” pungkasnya. (r2/dir)

Komentar

News Feed