oleh

Pendataan Rumah Rusak Tahap Dua Menunggu Verifikasi

MAMUJU – Pendataan rumah rusak di Kabupaten Mamuju ditutup sejak pekan lalu. Datanya mencapai 22.000 rumah, kini tinggal menunggu verifikasi lapangan oleh tim assesment. Data tersebut bisa saja berubah setelah verifikasi lapangan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimta) Mamuju, Muhammad Syahrir mengatakan, waktu pendataan dianggap sudah terlalu lamam, sehingga 10 Maret 20211 lalu, ditutup.

Pendataan Rumah Rusak Tahap Dua Menunggu Verifikasi

“Saat ini yang kami layani hanya warga yang mau menyesuaikan alamat, nomor KK atau nama yang kurang lengkap. Itu bisa diperbaiki,” kata Syahrir, saat dikonfirmasi, Rabu 17 Maret 2021.

Syahrir mengaku tidak mengetahui apakah akan ada pendataan tahap ketiga. Itu bergakung keputusan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB).
Sekretaris Disperkimta Mamuju, Jufri Badau menyebutkan, tahap pertama sekitar 9.719 rumah rusak dengan rincian rusak berat 1.501 unit, rusak sedang 3.487 unit dan rusak ringan 4.731 unit. Sedangkan tahap dua sekira 13 ribu rumah. Rinciannya masih sementara disusun.

“Selanjutnya bakal ada tim teknis yang bakal melakukan asesmen untuk memverifikasi kerusakan rumah masing-masing,” sebut Jufri.

Tim tersebut terdiri dari Disperkimta Mamuju, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mamuju dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala BPBD Mamuju Muhammad Ali Rachman menyebutkan, Disperkimta adalah Ogranisasi Perangkat Daerah (OPD) yang secara teknis menangani asesmen.

“Kami hanya bagian dari tim. Kami sementara pelatihan sebelum ke lapangan. Mungkin ada juga NGO (organisasi non-pemerintah, red) yang mau membantu,” pungkas Ali. (ade/jsm)

Komentar

News Feed