oleh

Penanganan Korona KLaster Ponpes di Polman, Kedepankan Unsur Kehati-hatian

POLMAN – Disoroti, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Polewali Mandar mengedepankan unsur kehati-hatian dalam penanganan kasus korona klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Parappe.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman, Andi Suaib Nawawi mengungkapkan hal ini menanggapi penilaian tim advokasi Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdatul Ulama (NU) Polman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas Covid-19 Polman dinilai berlebihan dalam menanggani kasus korona yang dialami ratusan santri Ponpes Salafiyah Parappe di Kecamatan Campalagian.

Suaib menjelaskan pihaknya mengutamakan unsur kehati-hatian dalam penanganan kasus korona. Khususnya klaster Ponpes Salafiyah Parappe.

Pihaknya mengaku hanya mengantisipasi, sebagai bentuk pencegahan setelah 14 hari pemeriksaan.

“Kami memang meminta puskesmas melakukan tracking bagi santri yang dipulangkan. Kita ini mengendepankan unsur kehati-hatian jangan sampai muncul klaster keluarga. Kita contohkan kasus Ponpes Temboro Magetan Jawa Tengah yang dipulangkan beberapa bulan lalu menimbulkan klaster baru dalam keluargannya,” papar Suaib Nawawi.

Informasi kondisi santri yang dipulangkan perlu dipantau, jangan sampai ada gejala kesehatan setelah mereka dipulangkan.

Pihak Satgas tidak pernah berniat menakut-nakuti keluarga santri apalagi membunuh karakter santri. Ini dilakukan semata mata agar betul-betul santri yang dipulangkan sehat dan tak terpapar korona.

Terkait hasil pemeriksaan swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, pihaknya tak bisa memberikan karena itu sifatnya rahasia dan secara kolektif dikeluarkan.

Bukan hanya data pasien klaster Ponpes tetapi ada juga data pasien lain diluar Ponpes termasuk pasien dari kabupaten lain.

“Kami memberikan surat keterangan bagi santri yang terpapar sesuai hasil pemeriksaan swab BBLK. Termasuk hari ini saya menandatangani 147 surat keterangan hasil swab yang bagi santri yang dinyatakan negatif atau sembuh. Surat tersebut nantinya akan diserahkan kepada pihak Ponpes untuk diteruskan ke masing-masing santri,” tandasnya.

Sejauh ini, dari 181 santri yang telah menjalani karantina mandiri di Ponpes, kini tersisa 25 orang.

Itu lantaran sudah 158 santri yang dinyatakan sembuh dari klaster Ponpes Salafiyah. Baik yang dirawat di RS Pratama Wonomulyo maupun di Ponpes Salafiyah.

“Rencananya 25 orang santri yang masih isolasi mandiri di Ponpes akan kita bawa ke RS Pratama agar mendapat penanganan terpantau lebih baik,” tandasnya. (mkb)

Komentar

News Feed