oleh

Pemprov Sulsel Dorong Program One Student One Account

MAKASSAR–Pemerintah Provinsi Sulsel dalam hal ini Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan, Since Erna Lamba berharap seluruh murid di Sulsel memiliki nomor rekening.

Hal itu tertuang dalam implementasi Keppres No 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung. Program yang diprakarsai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini diharapkan mampu membentuk karakter anak dalam budaya menabung sejak dini.

“Untuk memperkat literasi, keungan dari kalangan pelajar dari Paud sampai SMA yang diharapkan supaya pas mahasiswa bisa mendarah daging budaya menabungnya. Saya yakin kalau dari kecil dalam kelurga kita didik, pas dewasa itu akan terbawa,” ucap Since, Rabu 23 September.

Diketahui program One Student One Aaccount atau satu pelajar satu rekening itu, siswa dapat menabung Rp. 2.000 rupiah. Sehingga akses dan fasilitas perbankan juga harus lengkap dan hadir di tengah-tengah masyarakat termasuk daerah pelosok.

”Akses ini sangat penting, tidak boleh ada masyarakat kita yang tidak memperoleh akses makanya perbankan harus hadir dan cari solusi,” tegasnya.

Since menegaskan dalam program One Student One Account ini, tidak dipungut biaya administrasi atau tidak ada potongan.

Menurutnya, pihak perbankan tidak boleh mempersulit masyarakat, melainkan perbankan harus lebih giat untuk menjemput bola dengan terjun langsung ke lapangan. ”Kalau boleh perbankan yang harus ke masyarakat bukan masyarakat ke bank dan ini kita mau buat regulasinya,” bebernya.

Ia menyebut biaya transportasi masyarakat terlebih yang berada di pelosok akan terkuras lebih banyak dibandingkan bila pihak perbankan yang menggunakan sistem door to door dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Since menambahkan pihaknya menargetkan implementasi sebesar 50 persen tahun 2020, 70 persen tahun 2021 dan ia berharap di tahun 2022 seluruh murid di Indonesia khususnya Sulsel sudah memiliki nomor rekening.

Hanya saja, kata dia, masih terdapat beberapa kendala yang harus diselesaikan khususnya di beberapa kabupaten kota di Sulsel. Seperti Kota Makassar, Kota Pare-Pare, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.

“Ini yang mendapat rapor merah karena belum menindaklanjuti surat yang diberikan. Harapan saya biro hukum memberikan pemahaman kepada Bupati bahwa ini uang receh tapi kalau dikali banyak bisa menghasilkan uang besar,” jelasnya.

Since juga berharap pihak perbankan, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama dapat menjalin koordinasi, sinergitas dan kerjsama dengan sekolah-sekolah yang ada di Sulsel.

Lebih jauh, Since mengatakan bagi sekolah yang telah mencapai target yakni seluruh siswa atau muridnya telah memiliki nomor rekening akan mendapatkan reward baik berupa piala, piagam, perbaikan fasilitas sekolah maupun uang. (anti/fajar)

Komentar

News Feed