oleh

Pemprov Kejar Pinjaman Rp 500 M untuk Pertanian dan Infrastruktur

MAMUJU — Rencana pinjaman dana Rp 500 miliar oleh Pemprov Sulbar ke PT Saran Multi Infrastruktur (SMI) tetap berlanjut.

Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan pemprov Sulbar mendapatkan kemudahan untuk berutang di tengah kondisi ekonomi yang tak terdampak pandemi. Namun, bukan berarti tanpa beban. Bunga pinjaman tetap akan membenai anggaran daerah kedepannya.

Saat ini Sulbar masih menunggu kepastian dari pusat terkait rencana peminjaman yang juga disebut sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Jika sudah ada kebijakan nasional, maka eksekutif akan memulai membahas isu-isu terkait peruntukan dana tersebut. Tentunya kata Idris, akan melibatkan pihak legislatif Sulbar.

“Peminjaman Rp 500 miliar nantinya akan dibahas bersama. Paling tidak soal isu-isunya. Ini kan dalam bentuk PEN. kalau nantinya misalnya tiba-tiba nanti dikeluarkannya kebijakan itu, paling tidak kita sampaikan ke dewan,” papar Muhammad Idris.

Sebelumnya, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan bahwa Sulbar berpeluang untuk kembali mendapat dana segar, sebab daerah ini tercatat sebagai provinsi dengan realisasi tercepat saat mendapat kesempatan mengelola pinjaman senilai Rp 37,4 miliar, pada akhir 2020.

“Kemarin, kita di Jakarta kita nomor satu. (Rp 37,4 miliar) kita nomor satu selesai. Bekerja bagus. Akhirnya dia berpesan kalau bisa didaftar saja,” ujar Ali, kemarin.

Atas dasar itu, pemprov kembali mengusulkan dana pinjaman untuk tahun ini. Harapannya dipergunakan untuk memacu perekonomian daerah.
Kata Ali, dua sektor bakal menjadi sasaran utama penggunaan pinjaman di tahun ini. Yakni, pertanian dan infrastruktur.

Memastikan dana tersebut dikelola dengan baik, gubernur berkomitmen bakal melakukan pengawasan ketat dan memberantas mafia ataupun sindikat proyek. “Kalau memajukan daerah kita ini, mafia dan sindikat kita habisi semuanya,” ujarnya.

Skema dana pinjaman Rp 37,4 miliar dari PT. SMI Bakal membebani APBD selama delapan tahun. Mulai 2021. Dua tahun pertama tanpa bunga. Selanjutnya pembayaran harus disertai bunga pinjaman. (imr/rul)

Komentar

News Feed