oleh

Pemkab Pasangkayu Janjikan Lahan Untuk BNN

PASANGKAYU – Pasangkayu dinilai berpotensi menjadi pintu masuknya narkoba. Sebab, berbatasan langsung dengan Sulteng serta berhadapan dengan pulau Kalimantan.

Olehnya, perlu upaya persuasif menangkal massifnya peredaran barang haram tersebut. Salah satunya, dengan membangun satu kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di kabupaten ini.

Demikian yang terungkap dalam kunjungan Kepala BNN Sulbar Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, Kamis 1 Oktober. Pertemuan berlangsung hangat di ruang kerja Bupati Pasangkayu.

Sumirat kepada Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, menyampaikan bahwa kunjungan itu dalam rangka rencana pengembangan BNN di Pasangkayu. Hal tersebut demi memaksimalkan upaya pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat dan pemberantasan narkotika.

“Kami butuh lahan sekira 2.000 meter persegi untuk membangun kantor BNN Pasangkayu. Koordinasi dengan BNN Sulteng bisa makin cepat, jika kantor sudah terbangun,” tutur Sumirat.

Ditambahkannya, penyebaran dan penyalahgunaan narkoba dapat ditangkal. Dengan memberdayakan masyarakat untuk melakukan aktifitas yang bernilai ekonomi, melalui program-program seperti menanam nilam atau jenis lainnya yang produktif.

Peredaran narkotika harus dilawan secara bersama sama, dan ini bukan hanya tugas TNI-Polri untuk memberantas. “Harusnya, pemberantasan melalui penyuluhan dan pemberdayaan lebih diutamakan. Semua kalangan bekerja sama dalam hal pencegahan narkotika. Dengan begitu, akan lebih menekan penyalahgunaan narkotika,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Agus mengapresiasi langkah BNN Sulbar untuk menghadirkan kantor BNN di Pasangkayu. Pihaknya bakal menyiapkan lahan untuk pembangunan kantor.

“Dulu BNN kabupaten otomatis dijabat wakil bupati. Tapi sekarang tidak lagi, karena sudah ada perubahan. BNN kabupaten bisa jadi lembaga dan miliki pimpinan sendiri. Kami sangat mendukung ini, sehingga upaya pencegahan dan penindakan peredaran narkotika di Pasangkayu makin fokus dan maksimal,” ujarnya Agus. (r3/dir)

Komentar

News Feed