oleh

Pemkab Pasangkayu Berencana Dirikan Pencucian Walet

PASANGKAYU – Guna meningkatkan harga jual sarang burung walet, Pemkab Pasangkayu berencana mendirikan tempat pencucian.

Karantina Pertanian Sulbar, telah melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para pemilik gedung sarang burung walet di Pasangkayu. Bimtek dilaskanakan disalah satu hotel di Pasangkayu, Kamis (16/9/2021).

“Saya sudah diskusikan dengan pihak terkait rencana anggaran pencucian sarang burung walet. Tahun depan itu sudah dibangun,” kata Asisten II Bidang Perekonomian Pemkab Pasangkayu, Makmur, Kamis (16/9/2021).

Katanya, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pencucian sarang burung walet sekira Rp 5 miliar.

Agar pemilik gedung sarang walet, petani serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa sejahtera, perekonomian daerah meningkat maka mata rantai tengkulak harus diputus.

“Kalau tengkulak masih berkeliaran, maka kesejahteraan petani dan UMKM tidak akan menikmati. Makanya akan dibuatkan regulasi dengan harapan dapat ditaati ,” paparnya.
Ditempat yang sama, Sub Kordinator Produk Hewan Ekspor dan Antar Area, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Esmiralda Eka Fitri mengatakan, syarat untuk eskpor sarang walet harus bermitra dengan perusahaan eksportir.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh peternak sarang burung walet di Pasangkayu, yang selama ini hanya menjual kepada pengepul dengan harga relatif rendah.

“Sekarang ini perusahaan – perusahaan eskportir lagi kesulitan mencari mitra, kalau dari Pasangkayu ada yang mau bermitra dengan perusahaan eksportir bisa ke kantor karantina, karena datanya semua ada disana,” urai Esmiralda.

Selain itu, kata Esmiralda, syarat untuk ekspor apalagi dengan tujuan Tiongkok, gedung sarang burung walet ini harus teregister di badan karantina pertanian, melalui perusahaan eskportir, dengan melampirkan data panen. Setelah itu, akan dinilai oleh petugas karantina, kemudian akan mendapatkan nomor registrasi. Serta tempat pencuciannya juga harus telah melalui registrasi.

“Rumah walet yang teregistrasi ini nanti akan menjadi sumber bahan baku untuk ekspor, baik ke China atau ke Negara lainnya. Karena 75 persen sarang burung walet di China ini berasal dari Indonesia. Makanya, syarat yang kita berlakukan itu ketat, dengan tujuan hasil yang berkualitas,” pungkasnya. (asp/jsm)

Komentar

News Feed