oleh

Pemkab Mamasa Kaji Penerapan P3W

MAMASA — Pemerintah Kabupaten Mamasa akan mengkaji penerapan Pembatasan Pergerakan Pelintas Wilayah (P3W). Dimana sebelumnya, awal tahun 2020 lalu saat penyebaran Covid-19 mulai merebak di sejumlah daerah, khususnya di Kabupaten Mamasa.

P3W mulai diberlakukan Pemkab Mamasa untuk mencegah penularan Covid-19. Sehingga, memudahkan Pemkab Mamasa melakukan screening bagi setiap orang yang melintas di wilayah Mamasa.

Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda menyampaikan demi mencegah penularan Covid-19 di Mamasa yang kian meningkat. Pemkab akan mengkaji kembali pemberlakuan P3W.

“Kita upayakan akan kaji kembali, karena tidak dipungkiri kebijakan P3W dianggap cukup berhasil menekan angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Mamasa,” ujar Marthinus Tiranda, Selasa 12 Januari.

Lanjut Marthinus, hal itu dibuktikan dengan minimnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sehingga Mamasa berhasil tetap masuk dalam zona hijau, pasca new normal diberlakulan,” terangnya.

Marthinus menjelaskan secara nasional pemerintah akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Tentunya bagi wilayah yang memungkinkan dilakukan PSBB, maka diperbolehkan mulai Selasa 11 Januari,” tambahnya.

Marthinus menyebutkan, untuk wilayah Sulbar khususnya Kabupaten Mamasa belum mendapatkan informasi resmi terkait pemberlakukan PSBB.

“Namun yang jelas, dalam waktu dekat akan mengkaji pemberlakuan kembali P3W. Jadi kita akan bahas kembali, disamping kita berupaya mempersempit penularan Covid-19,” terangnya

Kebijakan ini dilakuakan untuk meminimalisir penularan Covid-19. “Kita minta masyarakat Mamasa agara tetap mematuhi protokol kesehatan dengan penerapan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan,” tandasnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed