oleh

Pemerintah Diminta Prioritaskan Perbaikan Ratusan Rumah Ibadah

MAMUJU – Pascagempa 6,2 magnitudo pada 15 Januari lalu, ratusan fasilitas ibadah mengalami kerusakan. Kerusakannya beragam, dari rusak berat, sedang hingga ringan.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim, sesuai data yang ia terima, terdapat 262 mesjid yang rusak, 30 gereja kristen, 1 gereja katolik, 1 pura, 1 vihara.

Untuk itu, kata Halim, Pemprov Sulbar sepatutnya memprioritaskan perbaikan sarana ibadah yang rusak akibat gempa. Terutama mesjid. Sebab dalam waktu delat, umat Islam segera memasuki bulan Ramadan.

“Ini harus bertindak cepat. Ini orang mau masuk bulan puasa. Paling tidak ada rehab ringan atau penyediaan fasilitas sementara yang layak. Ini harus segera dipikirkan jalan keluarnya dan direalisasikan sesegera mungkin. Demikian juga dengan perbaikan gereja, pura dan vihara. Itu juga harus dipercepat, karena setiap pemeluk agama ingin beribadan dengan aman,” kata Halim, Minggu 7 Maret 2021.

Menurut politisi PDIP ini, Pemprov bisa segera membicarakan itu bersama Kemenag Sulbar dan Pemkab Mamuju dan Majene. Setidaknya masing-masing pihak bisa berbagi penanganan. Sehingga uapaya perbaikan sarana ibadah juga bisa berjalan cepat dan terkoodinasi dengan baik.

Hal lain yang juga disinggung Halim adalah pendataan rumah warga yang rusak akibat gempa. Menurutnya proses pendataan, verifikasi hingga validasi di lapangan, mesti dilakukan dengan cermat. Jika datanya keliru, tentu kebijakan yang akan lahir akan menjadi masalah.

“Karena ini pekerjaan berat, maka semua pihak di berbagai tingkatan yang terlibat dalam proses pendataan hingga tahap rehab rekon, semuanya harus terkoordinasi dengan baik. Tidak boleh ada yang lepas tanggung jawab atau merasa paling berwenang mengurusi hal ini. Sebab ini adalah kerja bersama untuk kepentingan masyarakat,” pesan Halim. (ham)

Komentar

News Feed