oleh

Pemenang Pilpres AS Ditentukan Electoral College

JAKARTA–Warga Amerika Serikat (AS) Selasa 3 November, pukul 6.00 waktu setempat menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) untuk menentukan pemimpin berikutnya. Pemenang pilpres akan ditentukan lewat sebuah sistem Electoral College.

Artinya, pemenang pilpres AS tidak ditentukan oleh kandidat yang memperoleh suara terbanyak. Sebaliknya, Electoral College di masing-masing negara bagian menentukan hasil dalam sistem pemenang kontroversial, sistem pemenang mengambil semua (winner-takes-all system).

Pemenang Pilpres AS Ditentukan Electoral College

Pelaksanaannya dilakukan setelah popular vote dilakukan. Jumlah pemilih Electoral College tergantung dari luas wilayah negara bagian dan populasinya. Negara bagian California adalah yang terbanyak dengan 55 orang pemilih electoral.

Sistem pemilihan seperti ini telah dibangun selama beberapa periode pemilihan. Hadirnya sistem ini juga disesuaikan dengan bentuk negara yang federal.

Electoral College terdiri dari 538 pemilih yang terpilih dalam pemilihan umum sebelumnya. Calon presiden yang mendapatkan mayoritas 270 suara dalam tahap ini akan memenangkan pemilu presiden.

Hal ini bisa berarti, meski beberapa survei telah mengungkapkan bahwa Biden berhasil memenangkan pemilihan periode ini karena adanya sistem electoral vote maka bisa jadi itu semua tidak berarti.

Contoh seperti ini terjadi pada periode 2000. Bush kalah dalam pemilu melawan Al Gore yang mendapat 51 persen suara. Namun Bush menang di Electoral College dengan 271 melawan 266.

Sejarah kembali terulang saat periode pertama Trump mencalonkan diri. Ia kalah jumlah popular vote dari Hillary Clinton pada tahun 2016 dengan hampir tiga juta suara. Namun dia tetap memenangkan pilpres dan menjadi presiden AS setelah meraih 304 suara elektoral.

Selain Electoral College, ada mekanisme early voting di AS. Dalam hal ini, warga AS bisa memilih sebelum waktu resmi pemilihan.

Dilansir dari CNN, Selasa 3 November, Sejauh ini lebih dari 91,6 juta warga AS telah memberikan suaranya. Menurut survei di semua 50 negara bagian dan Washington DC yang dilakukan Edison Research, dan Catalist, suara ini mewakili sekitar 43 persen dari pemilih yang terdaftar secara nasional.

Itu artinya hasil Pilpres AS 2020 tidak dapat langsung diketahui pada malam usai pencoblosan. Bahkan pakar memperkirakan hasilnya bisa diketahui berminggu-minggu

Sebanyak 16 negara bagian telah menyaksikan lebih dari setengah dari pemilih terdaftar memberikan suara menjelang 3 November 2020.

Secara nasional, lebih dari 91,6 juta surat suara mewakili sekitar 67 persen dari lebih dari 136,5 juta surat suara dalam pemilihan presiden 2016 lalu. Pada Jumat kemarin, Texas dan Hawaii melampaui jumlah total partisipasi mereka dari pemilu 2016. (der/fin)

Komentar

News Feed