oleh

Pembinaan KIM, Mamuju Jadi Referensi

MAMUJU, RADAR SULBAR — Komisi II DPRD Kota Palopo bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Palopo, bertandang ke Mamuju, Rabu 17 Juni.

Mereka hendak mengetahui implementasi Komisi Informasi Masyarakat (KIM), di Mamuju.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palopo, Arizal Latief mengaku, mencari referensi pembentukan dan pengelolaan KIM. Sebab KIM di Kota Palopo belum maksimal.

“KIM itu penting. Informasi potensi pariwisata, UMKM dan hal-hal lain yang sangat dibutuhkan warga, itu tersampaikan melalui KIM,” kata Arizal, di kantor bupati Mamuju, Rabu 17 Juni 2020.

Arizal, mengaku mendapat masukan utuh mengenai pembinaan KIM. Ia menganggap, KIM di Mamuju berjalan baik. Terintegrasi dengan UMKM.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfosandi) Mamuju, Artis Effendi mengatakan, kunjungan tersebut mengindikasikan bahwa Mamuju dianggap berhasil membina KIM.

Dari tahun 2018 hingga 2020, sudah ada 136 KIM yang dibentuk di setiap kecamatan. Tahun ini 216 kelompok bakal dikukuhkan. Hanya karena pandemi Covid-19, sehingga pengukuhan tertunda.

“Sisi penganggaran sedikit sekali hanya sekira Rp 200 juta per tahun. Itu uang pembinaan. Tahun ini, anggarannya dialihkan ke Covid-19,” jelas Artis.

Kepala Bidang Desiminasi dan Informasi, Diskominfosandi Mamuju, Ita Sari Darma menyebutkan, selama tiga tahun terakhir ia aktif melakukan pembinaan dan pembentukan KIM.

Setiap KIM memiliki 15 hingga 17 orang anggota. Total anggota dari 136 KIM sebanyak 2.000 orang.

“Namun, masih ada desa-desa yang belum terbentuk. Desa yang lumayan jauh dan sulit terjangkau. Dalam pembentukan KIM, kami libatkan camat dan kepala desa . Fungsi kami hanya fasilitator,” jelas Ita.

Terhadap anggota KIM, lanjut Ita, sudah diberikan beberapa pelatihan antara lain, penulisan informasi atau berita dan pemanfaatan media sosial. Dengan demikian KIM bisa secara mandiri mempublikasikan kegiatan di desanya. “Kelompok di desa harus diberdayakan,” pungkas Ita. (m2/jsm)

Komentar

News Feed