oleh

Pemberantasan Narkoba Harus Lebih Massif

MAMUJU–Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeni Anwar meminta, agar tetap waspada terhadap peredaran dan penyalagunaan narkoba di Sulbar. Alasannya, provinsi ke 33 ini sempat berada dalam daftar 18 besar prefalensi tertinggi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Rabu 26 Juni, di Kantor Gubernur Sulbar, Enny menyebutkan, dari jumlahnya 16.629 pengguna atau 1,7 persen dari penduduk Sulbar. 16.629 pengguna 3,2 persen diantaranya berstatus pelajar dan mahasiswa.

“Ini membuat kita harus benar-benar waspada. Olehnya kita harus memberi perhatian serius. Semua pihak harus berperan aktif menjadikan provinsi ini betul-betul zero narkoba,” ujar Enny.

Enny mengharapkan peran khusus BNN dan kepolisian agar lebuh massif memberantas narkoba di provinsi Sulbar.

Kepala BNN Sulbar, Fery Abraham mebeberkan, penyalahgunaan narkoba di Sulbar banyak menyeret generasi milenial. Melalui peringatan HANI tahun ini mengemas kegiatan dengan mengundang banyak pelajar dan mahasiswa. Tujuannya, agar dapat menjadi pelopor memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba.

Dia menyebutkan, merujuk data PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan atau United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 2018 tercatat 275 juta penduduk dunia berusia 15 hingga 16 tahun pernah mengomsumsi narkoba.

Sedangkan data BNN sendiri, dalam satu tahun terakhir di Indonesia tercatat 2,3 juta pelajar dan mahasiswa, atau 3,2 persen dari penduduk Indonesia menyalahgunakan narkoba. “Angka tersebut menjadi peringatan agar penanganan masalah narkoba harus lebih dimassifkan,” ungkapnya. (imr)

Komentar

News Feed