oleh

Pemahaman Orang Indonesia Soal ASEAN Masih Rendah

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyiapkan buku bahan pengajaran ASEAN bagi pendidikan menengah.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Hendarman mengatakan, bahwa buku ini sebagai salah satu realisasi perjanjian kerja antara kedua belah pihak terkait pengintegrasian pembelajaran politik luar negeri dan kerja sama ASEAN dalam kurikulum pendidikan.

Pemahaman Orang Indonesia Soal ASEAN Masih Rendah

“Buku ini dapat meningkatan keterampilan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran mengenai ASEAN yang inovatif, interaktif, mengaplikasikan beragam strategi dan metode penyajian pembelajaran,” kata Hendarman, di Jakarta, Rabu 17 Maret 2021.

Hendarman menuturkan, buku bahan pengajaran ASEAN bagi pendidikan menengah ini berisi berbagai hal yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Beberapa di antaranya adalah studi politik, sistem hukum, serta budaya dan sejarah ASEAN dari seluruh negara anggota.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2015 menunjukkan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai ASEAN masih rendah.

“Buku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya ASEAN bagi Indonesia, karena masyarakat Indonesia telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat di Asia Tenggara,” tuturnya.

“Hadirnya buku ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman politik dan kerja sama luar negeri kepada generasi muda Indonesia terhadap ASEAN,” sambungnya.

Hendarman menjelaskan, buku bahan pengajaran ASEAN bagi pendidikan menengah telah melalui tahap penyusunan yang diperlukan dalam penerbitan buku nonteks.

“Tahapan tersebut meliputi penulisan, telaah, dan revisi oleh tim penyusun, pelaksanaan uji keterbacaan, pengajuan International Standard Book Number (ISBN) dan katalog dalam terbitan (KDT) kepada Perpustakaan Nasional,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Hendarman, pada tahap final akan dilaksanakan uji penilaian berkoordinasi dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbud. Selain itu, nantinya juga akan ditambahkan video pembelajaran dalam bentuk DVD yang akan diunggah pada laman atau media sosial Kemendikbud dan Kemenlu.

“Buku pengajaran ASEAN bagi pendidikan dasar dan menengah diharapkan dapat selesai dan didistribusikan sebelum tahun ajaran baru bulan Juli 2021 mendatang,” pungkasnya. (fin)

Komentar

News Feed