oleh

Pelabuhan Feri Mamuju Tak Beroperasi, Buruh Menganggur

MAMUJU – Para buruh di Pelabuhan Feri Mamuju makin terpuruk. Banyak dari mereka terpaksa kehilangan pekerjaan lantaran pelabuhan tak kunjung beroperasi, pascagempa 15 Januari, lalu.

Tak hanya buruh pelabuhan, warga lain yang sebelumnya setiap hari berjualan di pelabuhan juga kehilangan mata pencaharian. Sementara, pihak pelabuhan belum memastikan kapan pelabuhan bisa kembali dioperasikan.

Salah satu buruh pelabuhan, Saiful mengatakan, sejak pelabuhan ditutup dirinya mencari pekerjaan lain. Kadang menjadi tukang ojek, kadang menjadi buruh harian. Hal itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, pasca gempa bumi rumahnya juga ikut rusak.

“Bukan hanya buruh. Banyak juga teman lain terdampak. Para PKL (Pedagang Kaki Lima, red), sopir-sopir angkutan dan pedagang ternak yang dulu setiap hari bekerja di sini (pelabuhan, red),” kata Saiful, akhir pekan kemarin.

Pedagang sapi, Ruslan yang kadang menjual sapinya ke Balikpapan mengatakan, menjelang Idul Adha tahun ini ia tak lagi bisa mengirim ternaknya ke Balikpapan melalui Pelabuhan Simboro.

Ia pun berencana menjual ternaknya melalui pelabuhan di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) atau di Kota Palu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Meski, harus merogoh kocek lebih dalam.

Komentar

News Feed