oleh

Pekerjaan Tanpa Papan Proyek Disorot

PASANGKAYU – Pengerjaan jalur trans Sulawesi, tepatnya di Jalan Ir. Soekarno, Kota Pasangkayu, mendapat kritik dari anggota DPRD Pasangkayu.

Ketua Komisi I DPRD Pasangkayu Andi Enong menyampaikan, penggelontoran dana untuk pemeliharaan ruas jalan tersebut diprediksi tidak akan menghasilkan sarana berkualitas.

“Saya tidak tau sudah berapa kali ini jalan mulai dari Salunggadue sampa Jembatan Baloli ditambal dan ditambal terus rusak. Dan bulan ini jalan yang sama ditambal lagi. Kan buang anggaran saja,” ungkap Andi Enong, di ruanga kerjanya, Selasa 4 Februari.

Selain itu, kata politisi dari Partai Demokrat tersebut, papan proyek pekerjaan juga tidak terpasang. Sehingga tidak diketahui besaran anggarannya.

“Inikan jalan nasional dan menjadi tanggung jawab negara. Anggarannya pun dari APBN. Kalau seperti ini papan proyeknya tidak ada, kan kita tidak tau jumlahnya berapa,” tegasnya.

Kata dia, jika pekerjaan tersebut ditenderkan, itupun terlalu cepat dikerjakan. Karena belum ada pelelangan proyek untuk tahun 2020. Dan apabila itu adalah anggaran tahun 2019, menurutnya sangat lambat direalisasikan.

“Ini pekerjaan yang anggarannya tahun 2020 atau 2019. Kalau tahun 2019, sudah lambat sekali dikerjakan. Tapi kalau tahun 2020 itu terlalu cepat. Jangan sampai ini anggaran siluman dan tidak jelas asal usulnya,” ketusnya.

Ia berharap, perusahaan yang menangani pekerjaan jalan trans Sulawesi di Kota Pasangkayu, memberikan klarifikasi ke DPRD Pasangkayu. (r3/ham)

Komentar

News Feed