oleh

Pedagang Ayam Potong Terancam Gulung Tikar

MAMUJU – Wabah virus korona atau covid-19, juga berdampak pada menurunnya penjualan ayam potong. Permintaan akan komoditas tersebut turun hingga 80 persen.

Para pedagang ayam potong mengaku sudah merasakan itu sejak dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat mereka terancam gulung tikar.

Salah seorang pedagang ayam potong di pasar regional Mamuju, Wandi mengatakan warga sudah jarang ke pasar, banyak warung makan dan usaha katering yang tutup. Sementara, warung makan dan usaha katering merupakan pemesan ayam potong paling banyak.

“Biasanya yang laku 80 ekor per hari. Sekarang tinggal 20 ekor per hari,” kata Wandi, saat ditemui dipenjualannya, Minggu 5 April.

Wandi mengaku, penurunan penjualan ayam potong akibat virus korona merupakan yang terparah sejak dirinya berjualan di Mamuju. Penghasilan para pedagang juga menurun drastis.

Pedagang ayam lain, zulfiandi juga mengaku, keluhan juga dirasakan pedagang campuran dan pedagang ikan. Menurutnya, dampak virus korona benar-benar membuat aktivitas di pasar menjadi sepi. Saat ini, lanjut Zulfiandi, peternak ayam potong terancam gulung tikar. Sudah pasti mereka merugi.

“Ini baru dua bulan. Belum masuk ramadan. Kalau begini terus bisa berhenti. Sangat mempengaruhi memang,” beber Zulfiandi.

Zulfiandi berharap, pemerintah bisa membantu pedagang dengan membeli ayam dengan stok berlebih. Nantinya, ayam itu bisa dikucurkan dalam program pasar murah.

“Pemerintah bisa buat pasar murah, bentuknya tidak hanya beras, uang tunai tapi juga dalam bentuk daging ayam,” pungkas Zulfiandi.(m2/jsm)

Komentar

News Feed