oleh

Paten Hindarkan Inventor Dari Penjiplakan Produk

MAMUJU — Kementerian Hukum dan Hak Asazi Manusia (Kemenkumham) Sulbar menggelar kegiatan promosi dan diseminasi Paten di Hotel Berkah Mamuju, Kamis, 27 Mei 2021.

Kegiatan dengan tema “Peran serta pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam upaya peningkatan pendaftaran paten di daerah” diikuti para UMKM, Akademisi dan mahasiswa. Hadir melalui virtual Gubernur Cyber LAW dan Kekayaan Intelektual Universitas Padjajaran Prof. Dr. Ahmad M Ramli sebagai pemateri. Serta Wakil Ketua Bidang III Kemahassiswaan dan Alumni STIE Muhammadiyah Mamuju Suryaansyah.

Kepala Kemenkumham Sulbar Muhammad Anwar N mengatakan, Kekayaan Intelektual (KI) telah menjadi bagian penting dalam perkembangan perekonomian nasional maupun internasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia sangat ditopang oleh investasi inovasi KI yang selalu tumbuh dan berkembang seiring dengan komersialisasi KI. Oleh sebab itu, diharapkan karya intelektual bangsa selalu dapat tumbuh dan berkembang serta dapat berharmonisasi dengan karya intelektual bangsa lain.

“Sosialisasi ini utamanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah pendaftaran paten. Perlindungan hak inventor ini merupakan hal yang penting bagi faktor penggerak perekonomian Indonesia. Hal tersebut menunjukkan keterkaitan hak kekayaan intelektual (HKI) dengan kemandirian perekonomian bangsa terjalin erat,” ujarnya.

Dalam era globalisasi, lanjut Anwar, negara-negara yang maju adalah mereka yang mampu memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai motor penggerak ekonomi melalui inovasi dan kreativitas.Salah satu kekayaan intelektual yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat yaitu paten.

“Paten merupakan kekayaan intelektual yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi yang mempunyai peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Tingginya nilai ekonomi dari Paten, dapat memberikan potensi terjadinya penjiplakan produk. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan perlindungan terhadap paten,” ujarnya.

Perkembangan teknologi dalam berbagai bidang telah sedemikian pesat sehingga diperlukan peningkatan perlindungan bagi inventor dan pemegang paten. Dengan memberikan perlindungan atas paten yang dimiliki inventor, dapat memotivasi inventor untuk terus berkarya. Hal ini sebagai dukungan Negara bagi pelaksanaan program pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. SDM unggul haruslah menghasilkan manusia yang mandiri dan kompetitif untuk kemandirian bangsa.

“Meskipun saat ini kita sedang dilanda pandemi Covid-19 dan gempa bumi yang baru-baru ini menimpa kita, namun kita sama-sama harus bangkit dari keterpurukan. Salah satu hal yang mampu berperan dalam peningkatan ekonomi tentunya adalah hasil karya berupa invensi di bidang teknologi ini,” ujarnya.

Saat ini di Sulbar juga telah ada yang mendaftarkan kekayaan intelektualnya, mulai dari merek, hak cipta, indikasi geografis dan lainnya. Sayangnya, untuk paten sendiri, belum terdapat inventor yang mendaftarkan produk teknologinya. Jika dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia, Sulbar masih tergolong rendah dalam hal pendaftaran KI. Olehnya itu, melalui kesempatan ini kami mendorong semua pihak untuk sadar dengan pentingnya mendaftarkan KI.

“Semoga kedepannya kita yang hadir disini bisa mendaftarkan hasil karya kekayaan intelektual kita, agar mendapat perlindungan hukum dan sekaligus menjadi investasi bagi pemilik hak. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan sebagai wujud dukungan Kantor Wilayah dalam pelaksanaan program pembangunan SDM Unggul di Sulbar,” tutupnya. (ian/)

Komentar

News Feed