oleh

Pasutri Tinggal di Gubuk Reot, Pemkab Siap Bantu

MAMASA – Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Pappa dan Mariam tinggal di gubuk reot. Keduanya tinggal bersama cucunya dengan menempati gubuk berukuran 2×3 meter berdinding dan beratap alang-alang. Bahkan tiang rumah yang terbuat dari kayu mulai miring dan nyaris roboh.

Keluarga ini hidup tinggal di gubuk reot yang sangat memprihatikan sejak 16 tahun lalu.

“Sebelumnya saya tinggal di Dengen, tapi lokasi yang saya tinggali dibanguni perumahan dinas, jadi saya pindah ke sini (Osango),” tutur Pappa saat ditemui, Rabu (15/1).

Ia mengaku sejak berada di gubuknya belum pernah sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

Ia sangat mengharapkan ada bantuan bedah rumah atau bantuan rumah layak huni.

Melihat kondisi tersebut Pemkab Mamasa melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPKPP) berencana memberikan bantuan melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepala Dinas DPKPP Mamasa Daud Tandi Arruan saat meninjau langsung kondisi gubuk Pappa dan Mariam, Rabu 15 Januari berjanji akan memberikan bantuan bedah rumah untuk program perbaikan RTLH.

Menurut Daud Tandi Arruan, Pasutri tersebut sangat layak mendapat bantuan karena kondisi rumahnya yang tidak layak lagi. DPKPP akan memasukkan nama Pasutri itu sebagai salah satu penerima bedah rumah.

“Kita upayakan tidak melanggar aturan, dan memastikan mereka dapatkan bantuan perbaikan RTLH,” tambahnya.

Daud menambahkan akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta Bupati Mamasa Pappa dan Mariam dapat menerima bantuan perumahan. “Jelasnya kita bakal bantu dulu, sambil menunggu bantuan perumahan lewat dana DAK,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed