oleh

Pastikan TPS Steril dari Covid-19

MAMUJU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar memastikan semua tahapan Pilkada 2020 di Sulbar, berjalan dengan protokol kesehatan pencegahan korona.

Utamanya saat pencoblosan dimana wajib pilih akan menyalurkan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara langsung. Segala upaya pencegahan penularan virus corona sudah disiapkan.

Pastikan TPS Steril dari Covid-19

Demikian disampaikan Komisioner KPU Sulbar, Komisioner KPU Sulbar, Said Usman Umar, Kamis 12 November.

Menurutnya KPU empat kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada tahun ini telah berkoitmen mengedepankan pencegahan korona. Termasuk para kandidat yang bertarung di Pilkada Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pilkada Pasangkayu.

Said pun mengimbau setiap pemilik suara yang datang ke TPS agar memakai masker, mencuci tangan dan juga jaga jarak. Selain itu, penyelenggara menyediakan alat pelindung diri berupa sarung tangan sekali pakai. Termasuk bilik khusus bagi mereka yang ketika dicek suhu tubuh lebih dari 37,3 Celsius.

Setelah selesai mencoblos, pemilik suara juga diberikan tinta dengan cara disemprot berbeda dengan Pemilihan pada umumnya. “Pemberian tinta yang semula dicelupkan, sekarang tidak lagi seperti diganti dengan cara disemprot atau ditetes,” katanya.

Karena itu, KPU Sulbar mengajak para pemilih agar tidak perlu khawatir ke TPS untuk mencoblos pasangan calon kepala daerah. Apalagi agenda ini merupakan momentum lima tahun sekali.

“Teman-teman di KPU empat kabupaten sudah menyiapkan langkah-langkah pencegahan Cvid-19 saat di TPS nanti, dan akan terus dimatangkan. Insyaallah akan aman, asalkan semua mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Untuk Pilkada Serentak 2020, KPU telah menetapkan tingkat partisipasi pada Pilkada 2020 dengan persentase 77,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap.

“Target pemilih atau partisipasi masyarakat sudah ditentukan, karena itu kami harap para pemilih bisa datang ke TPS pada 9 Desember nanti, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehetan dalam rangka mencegah penularan covid-19,” tandasnya.

Sementara Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang mengaku optimis untuk capaian target partisipasi pemilih untuk Pilkada Mamuju tahun ini.

Meski begitu, diakui Hamdan, pandemi virus korona memang jadi hal yang bakal mempengaruhi capaian partisipasi pemilih.

“KPU RI telah menetapkan target partisipasi pemilih di Pilkada tahun ini ada di angka 77,5 Persen. Kami yakin, target itu bisa kami capai,” ujar Hamdan Dangkang via ponsel.

Tentang pandemi covid-19 yang masih terjadi, Hamdan menjelaskan, serangkaian protokol kesehatan yang memang secara tegas mesti diterapkan di tiap tahapan Pilkada kali ini bakal jadi hal yang bisa membantu pencapaian target partisipasi pemilih.

“KPU sudah secara jelas dalam beberapa aturan resminya, bahwa tiap tahapan Pilkada kali ini mesti dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Teman-teman di Bawaslu pun ikut mengawasi hal tersebut. Jadi kami yakin, meski di tengah pandemi, dengan penerapan protokol kesehatan, target partisipasi pemilih bisa kami capai,” sambungnya.

Hamdan pun mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke TPS pada 9 Desember tahun 2020 ini. Kata dia, KPU akan memfasilitasi beberapa item protokol kesehatan bagi pemilih di TPS.

“Jadi di TPS nanti itu akan disediakan tempat cuci tangan, sarung tangan, masker, serta penyemprotan disinfektan secara berkala oleh petugas KPPS. Intinya, pemilih tak perlu takut untuk datang ke TPS,” tegas Hamdan Dangkang. (rul)

Komentar

News Feed