oleh

Passing Grade Dinilai Masih Tinggi

MAMUJU – Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia Tiga Puluh Lima Tahun Ke Atas (GTKHNK 35+) Sulbar pesimis bisa lulus pada rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Betapa tidak, para peserta yang sudah berusia 35 tahun ke atas masih banyak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Akibatnya, di ruang ujian, peserta tidak hanya terdesak atas waktu yang diberikan dalam menyelesaikan soal. Tetapi juga terdesak atas kurangnya pengetahuan penggunaan visi/komoputer.

Fakta itulah yang kebanyakan menjadi keluhan kepada Ketua GTKHNK Sulbar Jannah Khusyairi, dari peserta lain. “Saat ujian, belum fokus sama soal, mereka sudah dibuat kewalahan mengakses soal di komputer,” ujar Jannah, Kamis 16 September.

Belum lagi tingginya ambang batas, maka sewajarnya jika nantinya hasil akhir dari pada ujian banyak peserta yang tidak memenuhi ambang batas kelulusan. “Saya sendiri sudah memenuhi ambang batas. Tapi kasian yang kebanyakan 35 tahun ke atas ini, sudah ketinggalan. Ditekan lagi dengan tingginya passing grade,” keluh Nurjannah.

Karenanya ia berharap, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendikbud Ristek) kembali mempertimbangkan proses seleksi. Utamanya terkait passing grade bagi peserta 35 tahun ke atas.

“Peserta sebaiknya mempertimbangkan pengabdian dari sejumlah guru, ada yang sudah mengabdi puluhan tahun, jika mereka tidak lulus kasian,” ungkapnya.

Ia pun melihat, ketentuan dari Kemendikbud Ristek mengambil barometer nasional dalam menentukan ambang batas kelulusan, tak melihat kondisi spesifik setiap daerah. Jika dibandingkan antara Jawa dan Sulbar, tentu sangat jauh.

Disebutkan, di Sulbar terdapat 3.000 GTKHNK, dan 65 persen berusia 35 tahun ke atas. Banyak diantara mereka kesulitan dalam mengikuti proses seleksi PPPK. Dari sesi pertama fokus menghadapi soal selama tiga jam lebih. Dengan materi manajerial 25 soal dan sosio kultural 20 soal, diselesaikan 40 menit. Wawancara 10 soal-10 menit, teknis 100 soal 120 menit.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi, nomor 1127 Tahun 2021, tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021. Passing Grade untuk PPPK diatur berdasarkan mata pelajaran yang dibawakan guru tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar Gufran Darma tak memungkiri masih banyaknya peserta kesulitan dalam mengakses soal melalui komputer. Dan memang tingginya passing grade menjadi keluhan.

Namun, ia meminta kesabaran bagi para peserta. Sebab pihaknya sendiri terus melakukan negosiasi ke pemerintah pusat agar adanya kebijakan kebijakan bagi GTKHNK- 35+. “Kita terus upayakan negosiasi. Semoga ada kebijakan,” ujar Gufran.

Dia pun belum dapat memastikan tingkat kelulusan bagi peserta sebab masih akan melakukan akumulatif penilaian dari tes yang sudah dijalankan. “Masih akan ada tambahan nilai afirmatif,” ungkapnya. (imr/dir)

Komentar

News Feed