oleh

Pasien Covid-19 di Polman Meningkat, Pasokan Oksigen Terbatas

POLEWALI – Penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Polewali Mandar terus mengalami peningkatan. Bahkan Kabupaten Polewali Mandar sudah masuk zona merah. Tetapi yang menjadi kendala dalam penanganan Covid-19 khususnya bagi pasien yang dirawat di RSUD Polewali dan RS Pratama Wonomulyo kurangnya pasokan oksigen.

Padahal oksigen sangat dibutuhkan bagi pasien Covid-19 khusunya yang dirawat di ruang ICU dan UGD.

Menyikapi hal ini, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar selaku Satgas Covid-19 mengaku telah memerintahkan manajemen RSUD Polewali untuk mengambil langsung oksigen ke perusahaan penyedia di Parepare Sulsel. Karena selama ini menunggu pasokan dari Parepare, sementara banyak daerah juga antre berebut oksigen.

“Saya sebagai Bupati Polman sangat mengeluh tentang pengadaan oksigen. Di mana Polewali Mandar sekarang kasus Covid-nya sangat meningkat dan sekarang sudah masuk zona merah,” ungkap Andi Ibrahim Masdar kepada wartawan di taman Harmonis Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa 24 Agustus.

Sekarang ini di ruang ICU UGD RSUD Polewali ditambah Rumah Sakit Pratama Wonomulyo yang khusus melayani pasien Covid-19 sudah penuh. Selain pasokan sedikit, lanjut Andi Ibrahim, pihak RSUD Polewali harus mengantri lama untuk mendapatkan jatah oksigen di Parepare.

“Tidak jarang pihak rumah sakit juga harus terjun langsung ke Parepare, demi mendapatkan tabung oksigen yang jumlahnya terbatas. Kemarin kalau tidak salah saya nonton di televisi pemerintah menjamin stok oksigen cukup banyak. Tapi kenyataannya, mobil kami ke Parepare, ngambil oksigen itu ngantri dan paling banyak dapat lima hingga sepuluh tabung oksigen sehari. Kadang juga cuman dapat dua tabung oksigen baru pulang,” keluh Andi Ibrahim Masdar.

Untuk itu, Andi Ibrahim sangat mengharapkan perhatian dari Satgas Covid-19 pusat, agar persoalan sulitnya mendapatkan tabung oksigen, untuk pasien korona dapat teratasi.

“Mohon Satgas pusat, untuk bisa memperhatikan daerah yang banyak pasiennya khususnya yang masuk daftar zona merah,” pinta AIM.

Selain itu, Andi Ibrahim meminta kepada Satgas Covid-19 pusat, untuk mengalokasikan vaksin dengan jumlah yang lebih banyak, untuk daerah yang termasuk dalam zona merah penyebaran korona.

“Makanya saya minta kepada Satgas pusat, kalau bisa yang zona zona merah didahulukan untuk diberi jatah vaksin. Paling tidak 50 persen dari jumlah warganya. Kalau Polman warganya 517 ribu, kalau bisa ini divaksin setengahnya dulu, biar aman. Utamanya pelaku usaha, yang menjual di pasar, dan warung. Soalnya kita beli makan dari warung, kalau pelayannya yang layani kena Covid atau yang masak kena korona kan kasian kita yang beli,” pungkasnya. (mkb)

Komentar

News Feed