oleh

Pascagempa, Lembaga Ini Aktif Cegah Perempuan dari Kekerasan Berbasis Gender

MAMUJU – Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dapat terjadi dimana dan kapan saja, bisa menimpa siapa saja, termasuk para perempuan penyintas gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulbar.

Untuk itu, sore tadi, Senin 22 Februari 2021, di Desa Tadui Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, INITARKI bekerjasama SPAK Indonesia, melalui Perkumpulan LiBu Perempuan dan Forum Sulbar Kuat Sulbar Bangkit (SKSB) menggelar diskusi bersama Ibu-ibu di pengungsian.

Pascagempa, Lembaga Ini Aktif Cegah Perempuan dari Kekerasan Berbasis Gender

Direktur LiBu Perempuan Dewi Rana Amir, diskusi itu untuk melihat kerentanan dan membangun solidaritas serta modal sosial yang dimiliki oleh mereka.

INITARKI dan SPAK Indonesia juga memberi tali kasih dalam solidaritas kemanusiaan untuk saudara-saudari di Sulbar dengan menyalurkan bantuan kebutuhan ibu dan anak di 15 titik pengungsian yang tersebar di Kabupaten Mamuju dan Majene.

Pendiri Forum SKSB Sulbar Rahmawati Suyuti menambahkan, diskusi ini sangat penting untuk menambah wawasan para ibu, termasuk di pengungsian, tentang seperti apa sesungguhnya bentuk perlindungan hak perempuan dari tindak diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

Rahmawati menjelaskan, isu-isu kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan problem yang kompleks. Sehingga pencegahan dan penanganannya harus melibatkan seluruh sektor, apalagi dalam situasi pascagempa dan pandemi Covid 19 yang serba tidak menentu ini.

Itu sebabnya, lanjut Rahmawati, sangat penting mendorong peningkatan kesdaran semua pihak akan zero tolerance pada kekerasa berbasis gender. Ini bukan hanya kepentingan perempuan saja, tapi demi kemanusiaan. (ham)

Komentar

News Feed