oleh

Pasca Bencana Banjir Bandang, Warga Belum dapat Bantuan

MAMASA — Pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Desa Rippung Kecamatan Messawa Kabupaten Mamasa, Kamis sore 8 Oktober lalu. Hingga kini tiga dusun di Desa Rippung yakni Dusun Talmin, Rattedonan dan Melluaya masih terisolasi akibat longsor.

Tetapi hingga kini warga yang terkena dampak banjir bandang dan longsor tak juga mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan warga yang ada di Dusun Rattedonan terancam kelaparan karena kesulitan membeli bahan pokok akibat akses jalan tertutup longsor.

Pasca Bencana Banjir Bandang, Warga Belum dapat Bantuan

Salah seorang warga Dusun Rattedonan, Selvi menuturkan setelah bencana yang mengakibatkan sawah miliknya gagal panen, dan akses jalan yang masih putus. Ia dan keluarganya mulai kesulitan makanan pokok karena jalan yang dilalui tak mampu ditembus akibat akses jalan yang terputus.

“Saat ini kita kesulitan membeli bahan pokok, karena jalan terputus akibat longsor dan banjir,” ujar Selvi kepada wartawan di Dusun Rattedonan, Senin 12 Oktober.

Ia menuturkan saat ini persediaan makanan mulai menipis, warga mulai menyiasati makanan pokok dengan umbi-umbian dari hasil kebunnya.

“Kalau tidak beras yach kita makan ubi dan sayur karena belum bisa lewat motor untuk ke kota beli beras,” ucapnya.

Apalagi hingga saat ini bantuan dari pemerintah belum juga turun bagi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor. Ia berharap agar bantuan makanan pokok dari pemerintah segera datang agar nantinya dirinya tak kelaparan.

Hal sama diungkapkan warga lainnya, Ika saat ini stok logistik miliknya sudah menipis dan resah karena bantuan tak kunjung masuk.

“Stok makanan sudah mulai menipis dan saya bingung kalau habis mau makan apa karena bantuan dari pemerintah juga belum ada,” pintahnya.

Wakil Bupati Mamasa, Martinus Titanda saat memantau lokasi bencana mengatakan saat ini Dinas Sosial Kabupaten Mamasa berupa memasukkan bantuan logistik ke lokasi bencana alam. Namun masih terkendala akses jalan yang masih sulit dilalui.

“Saya sudah komunikasikan ke Dinas Sosial agar bantuan makanan segera dikirim. Mengingat stok logistik masyarakat sudah menipis, namun terkendala akses jalan,” kilah Martinus Tiranda ditemui saat perjalanan menuju lokasi bencana, Senin 12 Oktober.

Martinus Tiranda ketika ditanya terkait akses jalan yang masih tertutup longsor menuju tiga dusun. Ia mengaku sudah mengkomunikasikan ke Dinas PUPR Mamasa agar menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor. (mkb)

Komentar

News Feed