oleh

Pasar Sentral Mamuju Sasaran Kampanye Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

MAMUJU–Pasar sentral Mamuju yang terletak di Jalan Hertasning menjadi sasaran kampanye Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai pasar aman dari bahan berbahaya, Jumat 21 Juni. Pemilihan Pasar Sentral Mamuju sebagai pilot projet, sebab dinilai masih dibawah standar dari pasar aman dari bahan berbahaya.

Kepala BPOM di Mamuju, Netty Nurmuliawaty menyampaikan, program tersebut telah dicanangkan sejak tahun 2018. Namun realisasinya baru tahun ini, sesuai keputusan dari rembuk lintas sektoral. “Kami sudah sosialisasikan program ini sejak akhir tahun lalu, kadernya sudah kami pilih,” kata Netty, ditemui di Pasar Sentral Mamuju.

Kader yang dipilih, lanjutnya, adalah kepala pasar dan petugas pasar sentral Mamuju. Selama empat bulan, kader akan menjalankan tugas mengawasi produk-produk yang dijual di Pasar Sentral Mamuju. Setiap bulan akan ada 50 sampel yang diuji baik berupa produk kosmetik, obat-obatan, ikan, daging. Bahan pangan kering maupun basah.

“Nanti akan terlihat apakah program ini berhasil menekan peredaran bahan berbahaya di pasar,” jelas perempuan berkacamata itu.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Mamuju, Siti Sutina Suhardi, mengaku prihatin dengan keadaan pasar di Mamuju. Beberapa kali BPOM melakukan sidak, selalu menemukan berbagai bahan berbahaya. Salah satu yang pernah ditemukan adalah ikan mengandung formalin. “Kami berharap Dinas Kelautan dan Perikanan turut mengawasi produk ikan yang masuk di Mamuju,” kata Sutina.

Sutinah, mengaku diperlukan komitmen bersama untuk menjalankan program tersebut. Pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat harus bekerjasama untuk terus melindungi dan menciptakan pasar yang aman dari bahan berbahaya. (m5/jsm)

Komentar

News Feed