oleh

Pasangan Penipu Akhirnya Tertangkap, Ini modusnya

PASANGKAYU – Usai sudah pengembaraan sepasang suami-istri dalam dunia penipuan. Keduanya telah tertangkap, dan kini mendekam di sel tahanan Polres Pasangkayu.

Pelaku penipuan ini adalah pasangan berinisial A (44, suami) dan M (40, istri). Mereka berdua menjalankan aksinya sejak tahun 2017 lalu, di wilayah hukum Polres Pasangkayu.

“Mereka ini berpura-pura memiliki kontrak dengan salah satu perusahaan besar di Pasangkayu untuk menyuplai beras. Selanjutnya korban dimintai uang untuk diputar,” terang Kapolres AKBP Leo membeberkan modus pelaku, Senin 6 Juli.

Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H. Siagian, melakukan konferensi pers terkait pengungkapan penipuan bisnis jual beli beras, kemarin. Berdasarkan keterangan AKBP Leo, suami istri itu menjalankan aksinya dengan cara mengajak korban untuk berbisnis jual beli beras dengan menawarkan fee (keuntungan) sebesar 10 persen sampai 15 persen setiap bulannya dengan pembayaran jangka waktu paling lama 20 hari.

Agar rencananya berjalan mulus, kedua pelaku ini selalu mencari korban. Uang yang diambil dari korban sebelumnya, diberikan pada target yang baru sebagai pembayaran fee pertama. Itu untuk meraih kepercayaan calon korban baru, sementara sisanya mereka pakai untuk keperluan sehari-hari.

“Motif dari tersangka adalah ingin mendapatkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan modus menawarkan tanam modal. Kemudian, dari modal tersebut, diberikan kepada korban untuk memancing korban menanam modal lebih besar pada hal bisnis yang ditawarkan tidak sesuai perjanjian dan juga fiktif,” sebutnya.

Setelah mengumpulkan uang yang cukup besar dari para korban, akhirnya kedua tersangka melarikan diri. Namun tertangkap setelah dilakukan pengejaran sekira dua pekan lamanya.

Dari tangan tersangka, penyidik menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Honda CR-V warna hitam, 1 unit Daihatsu Ayla warna merah, 1 unit mobil Daihatsu Terios warna silver dan beberapa barang bukti lainnya.

“Tersangka ini dilaporkan oleh delapan orang yang menjadi korbannya, dengan total modal yang masuk sekira Rp 6.412.350.000,” jelasnya.

Karena perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (r3/dir)

Komentar

News Feed