oleh

Pansus Terus Telisik Anggaran Covid-19

MAMUJU – Panitia Khusus (Pansus) Refocusing Realokasi Anggaran (RRA) DPRD Mamuju, terus menelisik anggaran Covid-19.

Pansus menduga ada permainan oknum tertentu, dalam bantuan sembako Pemkab Mamuju.

Ketua Pansus RRA Covid-19 DPRD Mamuju, Ramliati S Malio mengatakan, ada sejumlah kejanggalan dari temuannya di lapangan. “Hasil temuan kami, banyak warga yang tak kebagian. Nilainya juga tidak sesuai,” kata Ramliati, saat dikonfirmasi, kemarin.

Total bantuan sembako yang direncanakan sebanyak 46 ribu paket Sudah disalurkan 24 ribu paket. Setiap paket nilainya Rp150 ribu.

Ramliati meminta, nama-nama penerima bantuan dicantumkan di kantor desa atau kelurahan agar transparan.

“Jangan main sembunyi-sembunyi. Kemarin pembagiaannya sampai tidak kedengaran,” tegas politisi partai Demokrat, itu.

Ramliati, juga menyinggung isu bantuan beras yang diduga tidak layak. Setelah melakukan penelusuran lapangan dan mengumpulkan bukti-bukti, Ramliati mengaku, akan menerbitkan rekomendasi Pansus.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju, Luthfi Muis, mengatakan paket bantuan sembako ada yang dijemput langsung warga menggunakan kendaraan roda empat.

“Khusus Bonehau, masyarakatnya yang jemput sendiri. Dia datang bawa mobil sendiri, tapi tetap kita sewakan. Karena memang kita anggarkan,”beber Luthfi.

Hanya saja, lanjut Luthfi, ia tidak mengetahui persis beras itu rusak atau tidak.

“Pastinya beras yang disebut tidak layak itu bukan dari dinas sosial. Bantuan kami pakai karung beras lima kilogram, sementara yang dikeluhkan itu tidak,” pungkas Luthfi. (m2/jsm)

Komentar

News Feed