oleh

Panik, Seorang Ibu Hamil Jatuh dan Meninggal

TOPOYO – Akibat gempa berkekuatan 5,4 Magnitudo yang berpusat di Mamuju Tengah (Mateng), seorang ibu hamil delapan bulan meninggal dunia.

Menurut Kepala Desa Bunde Kecamatan Sampaga Bondan Winarno, gempa yang berpusat di Mateng sangat dirasakan getarannya hingga ke Desa Bunde Kecamatan Sampaga Mamuju.

Peristiwa itu mengakibatkan salah satu warganya, Riska (26 tahun), yang sedang hamil delapan bulan, terbangun dan panik. Ia pun jatuh tersungkur.

“Ibu hamil delapan bulan meninggal karena jatuh saat panik adanya gempa,” ungkap Bondan saat dikonfirmasi, Rabu 28 Oktober.

Saat gempa mengguncang jelang subuh, warga panik dan berhamburan. Begitu pun dengan Riska bersama suaminya, terbangun dalam keadaan panik karena guncangan gempa.

Saat itu, suaminya sudah keluar lebih awal membawa anak pertamanya. Ia keluar melalui pintu dapur di belakang rumah. Disusul Riska di belakangnya. Sementara gempa masih berguncang, tiba-tiba lampu padam dari PLN.

Si suami menunggu di luar rumah, sementara Riska tak kunjung keluar. Sehingga ia kembali menyusul istrinya, dan ia sudah mendapati istrinya dalam posisi tengkurap di depan pintu.

Ia pun langsung melarikan istrinya ke Puskesmas Tarailu, untuk mendapat perawatan intensif karena sudah mengalami pendarahan besar. Dan tidak lama kemudian, nyawa istri dan calon bayinya sudah tidak terselamatkan lagi.

Dari pengakuan Bondan, korban akibat gempa bumi sudah dipulangkan ke rumah duka dan sudah proses pemakaman.

Dari keterangan tambahannya, akibat gempa itu, tidak menyebabkan rumah rusak. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan jangan panik berlebihan. (m6/dir)

Komentar

News Feed