oleh

Pakai APBDes Benahi Objek Wisata

PASANGKAYU – Mulai tahun 2017-2018 pantai, Pedanda Pantai, Desa Batuoge, Kecamatan Pedongga menjadi favorit wisatawan lokal untuk berakhir pekan.

Pantai yang memiliki hamparan sekira tiga kilometer ini, lumayan diminta pengunjung walaupun tidak ada fasilitas seperti gazebo dan tempat kuliner.

Seiring waktu, objek wisata bahari mulai banyak yang terbuka dengan fasilitas terbilang cukup, seperti pantai Koakoa Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu dan pantai Salukaili Desa Kasano, Kecamatan Baras. Akhirnya Pedanda pantai, mulai ditinggalkan.

Melihat pengujung yang menurun, Pemerintah Desa Desa Batuoge berpikir mengembangkan objek wisata pantai tersebut.

“Awalnya kami berharap mendapat perhatian Pemkab Pasangkayu atau Pemprov Sulbar. Namun, itu tidak terjadi walaupun sudah diusulkan melalui Musrembang,” kata Kepala Desa Batuoge, M. Takdir Arifin, Senin 13 September.

Saat reses anggota DPRD juga diusulkan. Namun tak kunjung direalisasikan, maka akhir tahun 2019 Pemerintah Desa merancang rencana pembangunan jembatan wisata.

Tahun 2020 pekerjaan jembatan wisata tersebut berjalan. Namun, Covid-19 mengharuskan setiap desa melakukan pemotongan anggaran untuk dialokasikan pada Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Akibatnya, pembangunan jembatan pantai, tidak terlaksana. Pemerintah desa Batuoge tidak berputus asa. Tahun 2021, dikucurkan anggaran sebesar Rp 273 juta untuk pembangunan jembatan wisata, berbahan beton berlantai papan.

Sekarang jembatan Wisata Batuoge yang pembangunannya telah mencapai 95 persen itu diberi nama jembatan kesetiaan. Menurut Takdir, memilih kisah tersendiri dimana ada terdapat dua batu yang mengapit jembatan tersebut.

“Dua batu yang terletak disisi kiri dan kanan jembatan, memiliki sejarah tersendiri tentang perwujudan kesetiaan dua insan kekasih. Karena memiliki hubungan cinta begitu kuat, sementara mereka ada hubungan darah dan tidak direstui, sehingga diasingkan oleh keluarganya. Namun karena kekuatan cinta, mereka memilih melakukan pertapaan sendiri – sendiri sampai berubah wujud menjadi Batu,” tuturnya.

Wisata Batuoge menawarkan eksotik tersendiri. Selain tempatnya yang teduh karena banyak terdapat pepohonan seperti kelapa dan mangrove, sebelah utara terdapat hamparan terumbu karang yang menjadi tempat bermain ikan, sehingga bagi yang hobi mancing, bisa datang untuk menjajal kekayaan alam bawah lautnya.

Sementara di bagian selatan, terdapat hamparan pantai yang luas. Bagi yang suka berjemur dan mandi air laut, bisa mengajak sanak famili atau kerabatnya untuk berlibur disana.

“Berdasarkan keterangan orang yang pernah menyelam, suasana alam bawah lautnya belum rusak dan banyak jenis ikan. Sehingga bagi yang hobi snorkeling silahkan datang ke tempat wisata Batuoge. Kebetulan sekarang ini belum dipungut biaya masuk,” jelas Takdir.

Pemerintah desa Batuoge juga membangun panggung hiburan berkurang 5 x 10 meter dengan pos anggaran Rp 57 juta lebih dan menghadap langsung ke jembatan wisata.

Untuk menata tempat tersebut, pemerintah desa akan melibatkan pemuda dengan membuat spot berswafoto serta tulisan – tulisan himbauan menjaga kebersihan dan lain sebagainya yang terbuat dari kayu.

“Karena anggaran desa sangat terbatas, kalau Dinas Pariwisata dan PUPR mau membantu kami memperbaiki tempat wisata ini, kami membutuhkan sanitasi, kamar mandi dan air bersih serta pengaspalan dari jalan poros trans sulawesi yang panjangnya kurang lebih 1,5 kilometer,” harapnya.
Pendamping Desa Kecamatan Pedongga, Rahmat Akbar mengatakan, dengan melihat potensi wisata di desa Batuoge dan terbangunnya jembatan wisata, ia optimistis tahun 2022 sudah menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD) walau belum seberapa.

Karena berdasarkan pantauannya saat jembatan tersebut mulai dilantai, setiap sore orang sudah ramai datang berkunjung, walau hanya sekedar untuk berfoto selfi.

“Pembangunan jembatan ini sudah berjalan empat bulan dengan anggaran secukupnya setelah dipotong BLT. Berdasarkan pantauan saya, pada hari Minggu orang sudah ramai datang ke pantai begitupun dihari – hari lain setelah jembatan ini lantainya di pasang. Kalau ini dikelola dan dipelihara dengan baik, akan menghasilkan PAD yang cukup lumayan,” pungkas Rahmat. (asp/jsm)

Komentar

News Feed