oleh

Padat Karya Penanaman Mangrove Untungkan Warga Binuang

POLEWALI, RADAR SULBAR — Program Padat Karya Penanaman Mangrove kini telah memberikan efek positif di tengah masyarakat pesisir Sulawesi Barat yang terdampak pandemi covid-19.

Salah satunya di pesisir Pantai Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar. Melibatkan masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan perekonomiannya telah tertekan akibat Covid-19.

Padat Karya Penanaman Mangrove Untungkan Warga Binuang

“Kami sudah jalan dalam tiga bulan ini. Dilanjutkan pengawasan dan pemeiharaan tanaman,” ujar Ketua Poktan Bone Balla Polman Sukirman, dari Pesisir Mirring, pada Rabu 23 Desember.

Dalam pemeliharaan, ia dan anggota Poktan lainnya bertanggung jawab memastikan tanaman terjaga dan tumbuh dengan baik agar terus berkesinambungan. Sehingga tak hanya membantu warga juga menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem alam.

Menurut Sukirman, warga di kampungnya sangat terbantu sebab telah mendapat upah selama menjalankan program padat karya penanaman mangrove. Apalagi belakangan ini, cuaca buruk menjadi penghambat warga pesisir untuk melaut.

“Sebagian kami memang belum punya pekerjaan pak. Mau ke laut juga tidak bisa, karena ombak tinggi dan angin laut lagi kencang,” jelas Ketua Poktan Bone Balla, Polman, ini.

Sukirman menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya program padat karya melibatkan sepenuhnya masyarakat dalam Poktan yang terdiri atas 25 warga Desa Mirring, Polman. Mereka yang terlibat penanaman mangrove mendapat upah Rp 120.000 per hari yang langsung masuk ke rekening masing-masing anggota kelompok.

Poktan Bone Balla menggarap areal pesisir seluas 10 hektare. Di atas lahan tersebut mereka menanam 33.000 bibit mangrove. “Ini sangat membantu, apalagi di masa pendemi ini kita sangat susah dapat perkerjaan. Selain itu kami juga akan terhidar dari abrasi pantai. Adanya penanaman mangrove kami bisa sedikit bernafas,” bebernya.

Padat Karya Penanaman Mangrove Untungkan Warga Binuang
REALISASI penanaman mangrove dalam rangka PEN di Kabupaten, Polman, Sulbar.

Program padat karya dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diteruskan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Lariang-Mamasa, Sulbar.

Sebelumnya, Kepala BPDASHL Lariang-Mamasa, Marthen Baturante menerangkan, program padat karya penanaman mangeove ini meliputi penyediaan hibit serta penanaman dan pemeliharaan. Semua dilakukan oleh anggota Poktan yang berada di kawasan pesisir Sulbar.

Khusus Provinsi Sulawesi Barat, tahun ini mendapat jatah padat karya penanaman mangrove seluas 517,5 hektar dan melibatkan 32 kelompok tani (Poktan). Didalamnya mencakup 1.102 anggota Poktan.

“Program PEN ini dperuntukkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan peningkatan ekonomi di Sulbar,” ujar Marthen. Disamping menjadi pelindung dari abrasi, kata dia, mangrove juga bisa dimanfaatkan menjadi kawasan wisata sebagai penunjang ekonomi daerah. (rls/**)

Komentar

News Feed