oleh

PAD Tertekan, Transfer Pusat Berkurang

MAJENE – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Majene, Kasman Kabil menyebut, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Majene 2021 mengalami penurunan.

Alasannya, terdampak pandemi virus korona, yang berimbas terhadap berkurangnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, diperparah kurangnya transferan dari pusat yang selama ini memang banyak diharapkan Pemkab Majene.

“Dana transfer dari pemerintah pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) berkurang. Kalau kita perbandingkan dengan DAU tahun 2020, Rp 545 miliar di 2021 turun menjadi Rp 502 miliar. Jadi, turun sekitar Rp 7 miliar khusus untuk DAU saja,” papar Kasman, kemarin.

Kata dia, dengan adanya pengurangan APBD 2021, tentunya akan berpengaruh terhadap pagu anggaran setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diajukan.

Saat ini pihaknya melakukan menyesuaian anggaran 2021 sebelum dibahas di DPRD Majene.

“Karena terjadi pengurangan, kita harus melakukan penyesuaian pagu setiap OPD. Setelah itu baru kita bahas di DPRD dan kita target RAPBD tahun 2021 disahkan paling lambat sebelum 30 November 2020,” ujarnya.

Kasman berharap, semua OPD mengerti dengan kondisi keuangan saat ini. “Kita menyesuaikan dengan kemampuan keuangan kita saat ini,” pungkasnya. (r2/rul)

Komentar

News Feed