oleh

Operasi Yustisi Prokes Diperketat

MAMASA – Dimasa new normal, operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes) di Kabupaten Mamasa diperketat. Khususnya pemakaian masker saat keluar rumah dan berkendara.
Bahkan warga yang kedapatan tidak memakai masker diberi sanksi pembinaan berupa push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghapal pancasila. Termasuk pelaku usaha yang tak menyiapkan tempat cuci tangan di depan tokonya akan ditegur. Kemudian diminta dapat menyediakan tempat cuci tangan. Hal ini diberlakukan agar masyarakat Mamasa dapat semakin sadar dan dapat disiplin menggunakan masker.

Operasi Yustisi penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Mamasa Nomor 20 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan melibatkan berbagai unsur diantaranya Satpol PP, Kodim 1428 Mamasa dan Polres Mamasa.

Kanit Regident Satlantas Polres Mamasa Ipda Kadriyansyah mengatakan saat ini pihaknya yang tergabung dalam Forkopimda melaksanakan sosialisasi Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020 dan sosialisasi Peraturan Bupati Mamasa No 20 tahun 2020.

“Sekaligus melakukan razia penggunaan masker. Dimana saat ini Perbup akan diberlakukan mulai 1 Oktober. Operasi yustisi saat ini dalam rangak sosialisasi Perbup untuk menekan penyebaran Covid-19,” terang Ipda Kadriansyah.

Warga yang kedapatan tak menggunakan masker masih diberikan sanksi fisik berupa push up, menyanyikan lagu Indoensia Raya dan menghapal Pancasila.

“Jika ada remaja yang melanggar kita suruh push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila,” terang mantan Kanit Lantas Polsek Wonomulyo ini.

Dalam operasi ini, sekitar tujuh orang remaja diberikan sanksi bermacam macam, saat kedapatan tidak menggunakan masker. “Jadi ada kita beri tindakan fisik, namun kita tetap melakukan dengan humanis,” terangnya.

Ia menilai selama pelaksanaan operasi yustisi ada peningkatan kesadaran masyarakat menggunakan masker. Rencananya operasi yustisi ini akan dilakukan tiap hari dengan menyasar Kota Mamasa. (*)

Komentar

News Feed