oleh

Okupansi Hotel di Sulbar Hanya 29,28 Persen

MAMUJU — Tingkat okupansi hotel di Sulbar Januari hingga November 2020 hanya 29,28 persen. Menurun derastis dibandingkan tahun 2018 pada periode yang sama yang mencapai 45,10 persen dan tahun 2019 sebesar 46,53 persen. Sedangkan dalam satu tahun penuh di tahun 2018 sebesar 46,45 persen dan tahun 2019 sebesar 46,76 persen.

Penurunan okupansi hotel klasifikasi bintang itu disinyalir karena pandemi Covid-19. Mulai terjadi akhir Maret 2020. Bahkan pada April 2020 okupansi hotel hanya mencapai 4,64 persen dari bulan sebelumnya sekira 40 persen.

“Meski begitu, periode Agustus hingga November 2020 angka TPK hotel klasifikasi bintang berangsur membaik. Trennya terus meningkat. Dari 30,86 persen di Agustus menjadi 43,08 persen di November 2020,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar Agus Gede Hendrayana Hermawan, Selasa 5 Januari 2021.

Peningkatan akibat dilonggarkannya pembatasan sosial dari pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan baru yakni Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.

Menurut Agus Gede, penurunan juga terjadi pada jumlah tamu asing yang menginap di hotel klasifikasi bintang di Sulbar. “Tahun 2018 ada 0,98 persen, tahun 2019 sebesar 2,5 persen dan tahun 2020 hanya 0,36 persen,” ujarnya.

Marketing Communication (Marcomm) Maleo Town Square (Mall & Hotel), Audy Corneldy menyebutkan, pihak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat hunian kamar di tengah pandemi. Paling utama menerapkan protokol kesehatan di setiap layanan.

“Matos Hotel telah dinyatakan lulus audit sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety and Environment, red) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ujar Audy.

Sertifikat tersebut diberikan bagi hotel dan restoran yang telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (ade/jsm)

Komentar

News Feed