oleh

Narkoba Dari Rutan ke Rutan, Oknum Polisi Ikutan Dagang Sabu

MAMUJU – Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar mengungkap peredaran narkoba lintas Rumah Tahanan (Rutan).

Karo OPS Polda Sulbar, Kombes Pol Mochammad Noor Subchan mengurai, kasus ini merupakan pengembangan atas tertangkapnya salah seorang warga sipil berinisial MT.

Dari tangan MT disita 13 saset sabu. “Dari MT ini ada rangkaian jaringan sampai ke Rutan,” terang Subchan, melalui konferensi pers di Mapolda Sulbar, Rabu 5 Februari.

Karo OPS kemudian merinci, MT diringkus pada Sabtu 18 Januari, sekira pukul 18.00 Wita, di jalan Dr. Sam Ratulangi, Kelurahan Binanga, Mamuju. Dari tangannya ditemukan pula satu set alat hisap/ bong.

MT kemudian buka mulut. Ia mengakui masih ada barang yang ia simpan di bengkel Futkal, Binanga, Mamuju. Merupakan tempatnya menitipkan pesanan.

Polisi kemudian melakukan penelusuran, dan menemukan satu kotak plastik kecil bening berisi tujuh paket narkotika jenis sabu, dan kotak plastik kecil hitam berisi enam saset sabu.

Karo OPS meneruskan, paket sabu yang ditemukan di Bengkel Futkal rupanya pesanan dari salah seorang Warga Binaan Rutan Kelas II B Mamuju, berinisial IE.

Pada 19 Januari 2020, penyidik Polda Sulbar berkoordinasi dengan pihak Rutan Kelas II B Mamuju, untuk melakukan pemeriksaan terhadap IE.

Hasilnya, IE mengaku melakukan penjualan. Ketika ada pemesan, IE menghubungi MT lewat HP, untuk menitip barang di Bengkel Futkal. Barang kemudian diterima melalui pihak lain, berinisial RB.

Ternyata RB adalah Warga Binaan Kelas II B Mamuju. Kepada polisi, RB menyebut menerima barang ilegal itu dengan cara dilemparkan masuk ke dalam Rutan Kelas II B Mamuju.

Selain itu, sambung Karo OPS Polda Sulbar, RB juga mengakui barang tersebut merupakan kiriman Warga Binaan Rutan Klas II B Majene, berinisial A.

Pelaku A juga disebut sebagai pemilik rekening tempat mentrasfer hasil penjualan. “Mengenai dari mana barang itu kami sementara kita masih dalami,” beber Kombes Subchan.

Dia menambahkan, dari pemeriksaan terhadap RB, kepolisian berhasil menemukan delapan paket narkotika yang tertimbun dalam tanah dalam lokasi Rutan Kelas II B Mamuju.

Saat ini penyidik Ditresnarkoba Polda Sulbar terus melanjutkan pemeriksaaan terhadap A dengan berkoordinasi pihak Rutan Kelas II B Majene.

Indikasi Orang Dalam

Menurut Subchan, untuk sementara belum ada petugas Rutan yang dicurigai, namun pihaknya bakal mendalami kasus itu hingga menemukan bagaimana para warga binaan mendapatkan barang haram tersebut.

Terpisah Kadiv Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Sulbar, Elly Yuzar mengaku belum bisa berkomentar lebih banyak ketika kasus itu masih dalam penyidikan.

Jelasnya, ia mendukung proses yang dilakukan penyidik kepolisian.

“Kita sudah berusaha berbuat yang terbaik, kita temukan atas koordinasi Polda dan kita sudah berikan ke Polda. Jadi kita serahkan ke penyidik, kita tidak bisa lebih jauh kalau masih dalam penyidikan,” sebut Elly.

Oknum Polisi

Pada Konferensi Pers kemarin, Kepolisian Polda Sulbar juga telah mengungkap kasus lain yang telah melibatkan aparat kepolisian.

“Ada keterlibatan oknum anggota Polri, Lel, WA. Dia ini Kanit di salah satu Polsek di Mamuju, Sebagai penyandang dana (pemberi modal, red). Ada bukti transfer,” beber Karo OPS Polda Sulbar, Kombes Pol Mohammad Nur Subchan dengan menunjukkan buku rekening, pada konferensi pers di Mapolda Sulbar, Rabu kemarin.

Kasus ini, kata dia, berawal saat pihak Polda Sulbar mengamankan tersangka S di rumah kontrakannya di Jalan Andi Endeng, Kelurahan Karema Mamuju, 25 Januari 2020, sekira pukul 22.00 Wita.

Di kontrakan ini, polisi menemukan barang bukti berupa satu saset bening diduga berisi sabu. S mengaku membelinya senilai Rp 1.000.000 dari seorang supir berinisal MN yang beralamat di jalan Andi Dai’, Binanga, Mamuju.

Penyidik bergerak, dan meringkus MN. Dari pengakuan MN, barang ilegal itu diperoleh dari tersangka H.

Pengembangan berlanjut ke rumha H. Disini ditemukan sejumlah barang bukti, termasuk satu lembar struk setoran Bank ke Rekening BRI atas nama Wahyuddin Achir (WA), dengan nilai transfer Rp 1.800.000. Mengungkap bahwa bahwa barang yang dijual MN adalah milik WA.
Menurut Kombes Subchan, uang setoran itu diketahui sebagai hasil penjualan sabu pada hari itu.
“Kami pun melakukan Koordinasi dengan Anggota Propam, 26 Januari 2020, menjemput WA di rumahnya di jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Binanga, Mamuju,” tandas Subchan. (imr/rul)

Komentar

News Feed