oleh

Nakes Mamuju Divaksin Hari Ini

MAMUJU – Sempat tertunda lantaran gempa bumi, pada 15 Januari lalu, vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota Sulbar akhirnya menggelinding mulai Sabtu 6 Februari.

Pelaksanaan vaksin dimulai dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Desa Belang-Belang Kecamatan Kalukku. Daerah tak terdampak gempa. Menyusuk Kecamatan Bonehau dan Kecamatan Kalumpang.

Di KKP Belang-Belang, ada empat orang sudah divaksin dari tujuh orang yang disiapkan. Tiga orang sisanya tertunda karena hipertensi. Sedang di Bonehau dan Kalumpang vaksin disuntikkan ke 151 orang.

Hari ini, Selasa 9 Februari, giliran area Kota Mamuju. Ada empat lokasi pelaksanaan vaksin. Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Binanga, RSUD Mamuju, RS Bhayangkara dan PKM Rangas.

Sasaran tenaga kesehatan (Nakes) di empat lokasi itu tercatat 1.707 orang.

Rinciannya, PKM Binanga sebanyak 310 orang, RSUD Mamuju 475 orang, RS Bhayangkara 130 orang dan PKM Rangas 792 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, drg Firmon mengatakan, penyuntikan diutamakan bagi daerah yang tidak terdampak gempa sehingga percepatan vaksinasi bisa terus berjalan sambil menunggu kesiapan Mamuju kota.

“Hari Sabtu 6 Februari di KKP, target tujuh, tercapai empat. Tiga ditunda karena hipertensi. Hari ini (kemarin, red) di PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat, red) Buttuada, ditarget 151 orang,” kata drg Firmon, Senin 7 Februari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mamuju, Alamsyah Thamrin menjelaskan, 151 orang itu merupakan Nakes yang bertugas di Kecamatan Bonehau dan Kalumpang.

Sementara, kata dia, ada 4.513 Nakes yang menjadi sasaran vaksinasi. Vaksinasi bakal terus dilakukan. Bertahap. “Besok (hari ini, red) giliran dalam kota,” sebutnya.

Sebelumnya, Penanggung Jawab Vaksin Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, Muslimin menyebut jika pelaksanaan vaksinasi secara umum di Sulbar sudah bisa dilakukan, termasuk Mamuju.

“Kami mendorong agar Mamuju segera vaksinasi. Semua vaksin masih layak pakai,” kata Muslimin.

Muslimin menjelaskan, sebanyak 5.080 vial Vaksin Sinovac yang telah didistribusikan di Mamuju masih aman digunakan, meski sempat dikabarkan rusak karena suhu di ruang penyimpanannya tidak terjaga akibat padamnya listrik selama lebih dari 4 jam.

“Vaksin itu sesuai surat dari Bio Farma masih layak digunakan, meski pun ada pemadaman listrik saat gempa, tetapi hasil analisa mereka (Bio Farma, red) itu masih layak,” sebut Muslimin.

Percepatan vaksinasi tampaknya mesti dilakukan menyusul jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin memprihatinkan. (m2/rul)

Komentar

News Feed