oleh

Musim Mudik dan Buah Berkah Bagi Buruh dan Pedang di Pelabuhan Simboro

MAMUJU–Buruh pelabuhan bagi Syaiful saat arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Penyeberangan Feri Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, membawa berkah tersendiri. Pendapatan 300 ribu hingga 400 ribu sehari sudah sangat cukup bagi Syaiful yang sudah 10 tahun menjadi buruh.

“Kalau lagi musim mudik begini, Alhamdulilah lumayan penghasilan,” kata Syaiful saat ditemui, Selasa 11 Juni, di Pelabuhan Penyeberangan Feri Simboro.

Selain mendapatkan penghasilan tinggi saat arus mudik dan arus balik, pada musim panen buah-buahan ia juga mendapat lebih banyak penghasilan. “Kalau musim buah biasanya enam bulan sekali,” jelas Syaiful.

Menurut Sayaiful, kalau penghasilan perhari lebih banyak saat musim buah, dibanding musim mudik. Saat musim buah, ia bisa mendapatkan upah hingga Rp 400 ribu perhari. Sedangkan saat arus mudik dan balik hanya Rp 300 ribu perhari.

“Kalau musim mudik untungnya itu kami tiap hari dapat penghasilan. Kalau hari normal kami hanya kerja dua kali seminggu sesuai jadwal tiba dan berangkat,” ungkap Syaiful.

Jasa angkut barang katanya, Syaiful cukup bervariasi. Tergantung ukurannya. “Kalau kecil sekitar Rp 5 ribu per barang. Kalau agak besar Rp 10 ribu per barang,” tambahnya.

Selain Syaiful yang merasakan manis mengais rejeki di pelabuhan. Ada juga, Kartini, pedagang kaki lima juga merasa sangat diuntungkan saat arus balik. Kartini yang sudah empat hari berjualan minuman dan makanan ringan di area Pelabuhan Penyeberangan Feri Simboro.

Menurut Kartini, selama arus balik mendapat omset lebih banyak dari hasil jualan minuman dan makanan. “Sehari bisa sampai Rp 2 juta. Kalau bukan arus balik paling hanya Rp 1 juta” ungkap Kartini.

Kartini mengaku mulai menjajakan jualannya, dari pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. “Kalau kapal sudah berangkat, ya saya tutup dagangan saya,” cerita Kartini. (m5)

Komentar

News Feed