oleh

Mudik Ukhrawi

MUDIK yang sudah terjadwal secara rahasia tapi pasti dan termaktub di dalam kitab maha besar Lauh Mahfudz.

Setelah nanti kita mudik duniawi, dimana orang-orang masih dapat berseliweran kesana kemari, dan masih bisa bolak balik dari kota ke kampung dan sebaliknya, maka mudik ini adalah mudik sesungguhnya.

Mudik Ukhrawi

Setiap orang, siapapun dia, mau tidak mau, siap tidak siap, harus mempersiapkan bekal memadai agar dapat sampai dan mendapat tempat yang layak di ‘Kampung Halaman Terakhir Nan Abadi’.

Mudik ukhrawi adalah mudik dimana kita benar-benar kembali ke ‘kampung abadi’. Tidak akan pernah lagi dapat kembali ke ‘kota dunia’. Kalau mudik duniawi kita yang mengatur waktunya, tetapi mudik ukhrawi Allah SWT yang mengatur. Kita tidak tahu kapan gerangan jadwal kita mudik ke sana. Kita juga tidak tahu dalam keadaan bagaimana kita dipanggil mudik. Jelasnya jadwal mudik ke sana sangat rahasia tapi fix waktunya.

Oleh karena itu, ada baiknya sedini mungkin kita mempersiapkan diri dengan melakukan berbagai hal seperti berikut ini: (1) Membuat bekal sebanyak mungkin; bekal yang tidak basi dan rusak dimakan hama (ciri-ciri bekal basi dan dimakan hama antara lain tidak ikhlas, hanya mau dipuji, sombong, dengki, sering giba dan syirik).

Bekal selanjutnya; (2) Menyisihkan sebagian harta untuk sedekah dan infak. Karena kelak dia akan menjelma jadi alat transportasi yang memudahkan kita menuju kampung abadi.

Selain itu; (3) Memperbaiki hubungan dengan orang lain. Kita berusaha tidak ada satupun orang yang kita dzalimi; kita halangi bahkan kita rampas haknya. Intinya jangan ada musuh. Kata orang bijak ‘satu musuh terlalu banyak dibanding seribu kawan’.

Komentar

News Feed