oleh

Mobil Puskel Raib Entah Dimana, Diduga Ulah Bagian Aset Daerah

MAMUJU – Tiga unit mobil Puskemas Keliling (Puskel) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, raib entah dimana.

Hal tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang aset daerah, di DPRD Mamuju, Rabu 7 Oktober.

Mobil Puskel Raib Entah Dimana, Diduga Ulah Bagian Aset Daerah

Kepala Dinkes Mamuju, drg Firmon menyebutkan, tiga unit mobil Puskesmas keliling tersebut tak diketahui dimana rimbanya. Namun yang pasti, belum terhapus dari daftar aset daerah.

“Ada di Tarailu keluaran 2008, Tapalang 2011 dan Topore 2007. Kami tidak ketauhui apakah dijual atau bagaimana,” kata drg. Firmon, di DPRD Mamuju.

Pengelola Aset Dinkes Mamuju, Irfan, mengaku sudah mengkonfirmasi langsung kepada masing-masing kepala Puskesma bersangkutan. Mereka mengaku bahwa saat pendataan, Bagian Aset Pemkab Mamuju, langsung ke Puskesmas dan menarik aset tersebut.

Tidak ada penjelasan ditarik untuk dialihkan ke mana atau akan diapakan. “Juga tidak atas sepengetahuan saya jika orang bagian aset yang langsung turun,” sebut Irfan.

Terhadap Bagian Aset Pemkab Mamuju, Irfan mengaku juga telah mempertanyakan. Namun tidak ada pejelasan yang rinci dari bagian aset terkait keberadaan tiga unit mobil Puskel tersebut.

Dengan demikian, bagi Irfan, tiga mobil tersebut masih sah sebagai aset Dinkes Mamuju, sebab masih terdata dalam daftar aset Dinskes Mamuju.

Apakah aset tersebut sudah layak dihapus atau tidak?. Irfan menjawab, jika dilihat dari usianya yang sudah lebih dari sepuluh tahun, sebenarnya sudah layak dihapus.

“Tetapi bergantung lagi sama kondisi barang. Kalau masih dianggap layak, ya tentu belum dihapus,” papar Irfan.

Anggota DPRD Mamuju, Ramliati S Malio menegaskan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku pengguna barang sepatutnya memahami kondisi aset lama maupun baru. Jika tidak paham, berarti ada kekeliruan.

“Kami meminta rapat selanjutnya libatkan kepala bidang aset daerah dan kepala puskesmas, serta seluruh element yang menguasai aset daerah, agar RDP bisa menghasilkan jawaban yang jelas,” tegas Ramliati.

Anggota DPRD Mamuju lainnya, Asdar menambahkan, beberapa aset daerah tidak jelas status dan keberadaannya. “Jikapun aset akan dihapus, tentu sesuai dengan tuntunan regulasi,” tandas Asdar. (m5/jsm)

Komentar

News Feed