oleh

Menyapa Kontingen Sulbar di Bumi Cendrawasih

Menyapa Kontingen Sulbar di Bumi CendrawasihDARI Sulawesi bersama rombongan Pemprov Sulbar dan Pengurus KONI Sulbar, menuju Bumi Cendrawasih, Tanah Papua.

Laporan: Imran Jafar, Jayapura

Beberapa kali dalam kenangan, bertemu dengan rombongan mengenakan jaket yang mengindentitaskan mereka adalah kontingen olahraga, berjejer mengisi kursi-kursi di bus maupun pesawat.

Tak pernah berharap berada diantara kontingen itu sebab memang prestasi di bidang olahraga tak begitu diandalkan. Namun tak menyangka profesi ini, tim media, menjadi bagian diantara mereka, pada PON XX 2021 Papua.

Transit di Kota Daeng, sejak Selasa 28 September hingga Rabu 29 September, hampir setiap jam berita terkait buku tembak antara aparat kepolisian dengan Kelompok Kriminal Bersejata (KKB) di Papua, seakan membisikan ajakan menunda pemberangkatan.

Tat kala perasaan ragu itu muncul kembali ketika adanya korban atas konflik itu. Lalu, semua itu gugur atas prinsip; jika mundur berarti langkah ini kalah telak atas usikan KKB. Maka rasa was-was berhasil meneror keingintahuan tentang Batas Timur Indonesia.

Maka harus berangkat dengan semangat bahwa Sulawesi dan Papua adalah ragam dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harus saling menguatkan.

Itu juga mendasari Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sulbar Andi Ruskati Ali Baal tak pernah ragu berkunjung ke Papua dalam rangka PON XX Papua. Mereka pun tiba di Papua, disambut dengan tarian Cendrawasih, di Pelataran Stadion Baranawas Youwe Sentani PON XX 2021, pukul 14.30 WITA.

Hangatnya penyambutan itu tak berlangsung lama sebab Gubernur beserta rombongan harus mengejar jadwal pertandingan final Dayung Kayak I Putri di Teluk Youtefa, Jayapura. Tiba di Dermaga itu, pertandingan sudah selesai, meski begitu Pedayung Sulbar Ramlah Baharuddin turut bangga melihat kehadiran gubernur bersama Ketua TP PKK Sulbar hadir sekaligus menyerahkan medali kepada para juara Cabor dayung.

Kehadiran Gubernur Sulbar, selain memberi semagat kepada Cabor Kamis 30 September, melakukan silaturrahmi dengan KKMSB di Anjungan Jembatan Merah Papua, lalu Jumat 1 Oktober Meninjau Atlit, serta menghadiri pembukaan PON XX di Stadion Lukas Enembe Jaya Pura, Sabtu 2 Oktober.

Berada di Papua tak perlu takut katanya. Justru, konflik yang terjadi itu menjadi pendorong agar Indonesia sadar akan pentingnya persatuan.

Demikian kehadiran Sulbar di Bumi Cendrawasih, menginginkan kedamaian, bukan perselisihan yang bisa memecah NKRI.

Hal itu juga menjadi pesan sejak pemberangkatan rombongan Kontingen Sulbar menuju PON XX Papua, 23 September lalu, Ali mengingatkan, juara bukan tujuan utama, tetapi kebersamaan dengan daerah lain dalam rangka mempererat persatuan Republik Indonesia. (*)

Komentar

News Feed