oleh

Menurut Survei BNN, Pengguna Narkoba di Sulbar Menurun

MAMUJU – Menurut survei Badan Narkotika Nasional (BNN), angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Sulbar, menurun.

Pada tahun 2014 angka prevalensi sebesar 2,09 persen dari total penduduk Sulbar. Tahun 2015 1,90 persen, tahun 2017 1,70 persen dan tahun 2019 menjadi 0,7 persen.

Namun demikian, Kepala BNN Sulbar, Brigjen Pol Sumirat tak mau terlena. Pihaknya tetap memaksimalkan upaya pencegahan. “Angka prevalensi 0,7 persen itu setara dengan 2.248 jiwa,” kata Brigjen Pol Sumirat, Senin 28 Desember.

Sumirat mengaku, bakal terus menggandeng, Polri, TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait berikut komponen masyarakat untuk bersinergi menekan kasus narkotika.

“Upaya-upaya itu dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan. Diimplementasikan secara seimbang antara pengurangan pasokan dan pengurangan permintaan,” urainya.

Beberapa program pencegahan yang diterapkan di BNN Sulbar antara lain, mengedukasi warga tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan melaksanakan pemberdayaan alternatif di kawasan rawan narkoba untuk memberikan keterampilan alternatif kepada masyarakat.

“Kami telah melakukan advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba pada sepuluh desa di Polman dan di Mateng. Desa berkomitmen memasukkan P4GN dalam RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa, red) 2021,” tandasnya /

Sepuluh desa tersebut ialah Desa Salulekbo, Pololereng, Barakkang, Tobadak, Kabubu, Paraili, Bambamanurung, Salugatta, Tinali dan Batetangnga. (m2/jsm)

Komentar

News Feed