oleh

Menteri PPPA Terharu Melihat Lukisan Ilham di Tenda Pengungsian

MAMUJU — Lukisan berjudul Ibu Petiwi Menangis, karya Ilham, salah seorang anak penyintas di Stadion Manakarra Mamuju, akibat gempa 6,2 Magnitudo pada 15 Januari 2021 lalu, menyita perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Setelah sebelumnya sang menteri mengunggah foto lukisan Ilham di instagram pribadinya, akhirnya ia berkunjung ke Mamuju menemui anak-anak di camp pengungsian, termasuk menjumpai Ilham.

Di sini momen haru terjadi. Menteri PPPA menyapa satu persatu anak-anak disana. Tak lupa ia mencari Ilham. “Mana Ilham?” tanya Ibu Menteri sembari menatap wajah anak-anak yang tampak ceria di hadapannya.

Dari sudut tenda, Ilham berdiri. Didampingi perwakilan LiBu Perempuan, Rahmawati Suyuti dan Koordinator Forum Sulbar Kuat Sulbar Bangkit (SKSB) Ahmad Mardi, Ilham menyerahkan lukisannya kepada Menteri PPPA. Sambil menepuk pundak Ilham, Menteri PPPA menyerahkan juga bingkisan yang dibawanya dari Jakarta.

“Apa yang menginspirasimu membuat gambar ini,” tanya Menteri PPPA. “Saya terinspirasi dari banyaknya ibu-ibu yang menangis ketika mencari tempat berlindung saat gempa di Mamuju,” jawab Ilham.

Siapa Ilham? Ia adalah anak ketiga dari pasangan Musliadi dan Kartini. Saat ini ia sudah Kelas I SMK Rangas, Mamuju. Ia beralamat di Jl. Andi Dai, Kelurahan Binanga Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Namun ayah dan ibunya sudah berpisah sejak Ilham duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Saat ini ia tinggal dengan ayah dan ibu sambungnya bernama Ros, serta dua adiknya.

Usai bertemu Ilham, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengaku tersentuh melihat karya lukis itu. Ia tidak menyangka bahwa di tempat pengungsian pascagempa ada anak yang bisa melahirkan karya. Kelihatannya sederhana tapi pesan pada lukisannya sangat dalam.

“Anak itu sudah beberapa hari ini saya cari. Saya dapat info, bahwa anak itu ingin menitip lukisan perempuan meneteskan air mata. Saya cepat ini (terharu, red) melihatnya. Setelah melihat lukisan itu, saya berharap tidak ada lagi anak dan perempuan yang meneteskan air mata di tempat pengungsian,” ucap Ayu Bintang dengan mata berkaca-kaca. (ham)

Komentar

News Feed