oleh

Mengatasi Covid Tak Bisa Andalkan Vaksin

Awal tahun 2021, sepertinya akan terasa sama saja seperti tahun sebelumnya.

OLEH: ALHATI AZZAHRA, (Warga Rangas Barat, Majene, Sulawesi Barat)

Mengatasi Covid Tak Bisa Andalkan Vaksin

“Loh kenapa?”. Pasti ada se-bagian orang yang bertanya seperti itu. Dan jawabannya adalah, sama saja dikarenakan kita ma-sih berada di suatu kondisi yang membuat hampir seluruh dunia merasa ketakutan dengan mewabahnya virus corona.

Tidak bisa kita pungkiri, virus corona telah banyak menyebabkan korban jiwa. Tercatat pada 9 Januari 2021, sekira 23.520 orang meninggal dunia di Indonesia. Selain itu, yang membuat kita makin histeris adalah jumlah kasus yang telah terdampak virus corona ini sekira 798 ribu orang. Itu juga terjadi di Indonesia loh, bukan total di seluruh dunia. Naudzubillah.

Sungguh miris melihat keadaan dunia saat ini. Ketika kita ingin melakukan aktifitas , semua harus terkendala beberapa faktor. Contohnya para pelajar, mereka harus belajar melalui proses daring (dalam jaringan), dima-na proses pembelajaran online tersebut sangat tidak efektif karena masih banyak peserta didik yang kurang paham dengan materi pembelajaran.

Bayangkan saja, ketika pembelajaran secara luring (luar jaringan) masih ada sebagian peser-ta didik yang kurang memahami pelajaran. Apatah lagi jika proses pembelajaran secara online. Walhasil, kebanyakan para peser-ta didik saat ini bermalas-malasan mengikuti proses pembelajaran. Entah itu terkendala jaringan, penyimpanan di handphone sudah full atau mereke lebih nyaman dengan tempat tidurnya. So gimana yaaaa?

Nah, berkaitan pertanyaan “jadi kita harus gimana dong?” maka pemerintah mengeluarkan tindakan agar dapat men-gurangi serta memberantas kasus Covid-19. Yakni dengan cara vaksinasi.

Dikutip dari Bisnis.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto men-gatakan terkait pengadaan vaksin, sudah ada rancangan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksi-nasi yang akan mengatur secara lengkap proses pengadaan, pembelian dan distribusi vaksin, serta pelaksanaan vaksinasi/ pemberian imunisasi.

Selanjutnya yang sangat penting adalah pengaturan proto-kol vaksinasi. Pemerintah yang dikoordinasikan Kementerian Ke-sehatan menyiapkan Roadmap Rencana Nasional Pelaksanaan Pemberian Imunisasi Covid-19.

Selain itu, telah dilaksanakan rakor tingkat menteri yang dikoordinasikan Ketua Pelaksana PC-PEN untuk membahas protokol pelaksanaan vaksinasi. “Road-map ini mengatur secara lengkap pelaksanaan vaksinasi, termasuk menyiapkan timeline dan tahapan pemberian imunisasi,” ujar Airlangga.

Selain itu, disusun Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) sebagai turunan dari Perpres Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi, yang mengatur mengenai penetapan jumlah dan jen-is vaksin, pengadaan vaksin, pembelian vaksin, penetapan kriteria dan prioritas wilayah, petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi, dan hal lain sebagainya.

Tindakan pemerintah mengenai vaksinasi, menimbulkan banyak pro dan kontra di tengah ma-syarakat. Ada sebagian yang mendukung dengan mengatakan bahwa tak mungkin pemerintah menyebarluaskan vaksin kalau tidak terbukti aman.

Dan kelompok yang kontra pun beranggapan virus corona ini memiliki motif Antibody De-pendent Enhancement (ADE) yang mewakili potensi peningkatan keganasan virus setelah vaksinasi. Hal ini terjadi karena sistem antibody merespon virus dengan mengikatnya sehingga virus lain bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh.

Padahal di dalam Islam telah dijelaskan, jika terjadi suatu wabah maka tindakan yang harus dilakukan adalah lockdown secara total di wilayah yang terdampak atau karantina virus.

Terbukti bahwa hal tersebut pernah terjadi pada masa sahabat Rasulullah SAW. Pada saat itu Umar bin Khattab ingin melakukan perjalanan ke suatu daerah, tetapi ada seorang sahabat melarangnya dikarenakan ada sebuah virus menular yang mewabah di daerah tersebut.

Seketika sahabat tersebut teringat sabda Rasulullah yang mengatakan “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkannya”. Inilah yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus covid-19, di samping melaksanakan protokol kesehatan yaitu 5 M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak di atas satu meter ketika berkomunikasi, menjauhi kerumunan serta menjaga imun tubuh bukan dengan cara vaksinasi. Sebab di dalam islam semuanya telah diatur dan terbukti setelah sahabat Rasulullah SAW melakukan lock down secara total virus yang mewabah di negeri tersebut menghilang. Wallahu a’lam. (***)

Komentar

News Feed