oleh

Mengapa? Jumlah Data Pasien Korona Bertambah Setiap Hari

JAKARTA–Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyebut masyarakat terkadang bingung dengan angka penambahan pasien positif koronavirus disease 2019 (COVID-19) yang tinggi per hari.

Jumlah data pasien korona bertambah per hari, Ini penjelasan pakar Gugus Tugas Covid-19 Dewi mengungkapkan itu saat konferensi pers terkait Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Istana Negara, Jakarta. ”Semua orang kadang sekarang bingung kenapa angka harian bertambah besar,” kata Dewi, Rabu 24 Juni.

Menurut Dewi, masyarakat tidak bisa memaknai angka penambahan pasien positif yang tinggi belakangan tinggi, dengan semakin buruknya penanganan COVID-19 di Indonesia. Pasalnya, kata dia, angka rata-rata pasien positif dari jumlah spesimen yang diperiksa, tidak mengalami peningkatan.

Hitung-hitungan gugus tugas, angka itu masih berkisar pada 13 persen. Misalnya, data pemeriksaan pada Mei dan Juni 2020 menunjukkan angka 13 persen pasien positif COVID-19 dari jumlah spesimen yang diperiksa.

”Artinya apa, laju penularannya masih sama di Indonesia. Kita tidak bisa bilang bahwa kondisinya memburuk, tidak,” kata Dewi.

Dia menegaskan, kondisi penularan COVID-19 di Indonesia masih sama dan tidak mengalami tren kenaikan, meskipun angka penambahan per hari belakangan ini tinggi.

Soal penambahan yang tinggi belakangan ini, kata dia, berkaitan dengan jumlah pemeriksaan spesimen yang semakin masif. Pemerintah bisa melakukan pemeriksaan hingga mencapai 20.000 spesimen perhari.

Baca Juga: Mengaku Positif Covid-19, Pria Ini Blokir Jalan Minta Dirawat RS

”Kondisinya sama, tetapi dengan testing yang lebih baik lebih banyak. Jadi, kita bisa mengisolasi pasien-pasjen yang dapat berpotensi dapat menularkan kepada kelompok rentan,” ucap dia.

”Ini bentuk pencapaian yang harus dipahami bahwa tak hanya jumlah kasus yang dilihat, tetapi berapa jumlah pemeriksaan yang dilakukan,” pungkas dia. (mg10/jpnn)

Komentar

News Feed