oleh

Menekan Penularan COVID-19 Jam Malam Terpaksa Diperpanjang

MAKASSAR–Pembatasan jam operasional di tempat publik kembali diperpanjang hingga 11 Januari 2021 mendatang. Keputusan ini diambil, lantaran angka kasus COVID-19 di Makassar masih mengalami peningkatan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa kebijakan tersebut hanya akan diberlakukan hingga sepekan saja. ”Seminggu saja. Setelah itu yah kita lebih ketat lagi lah,” kata Nurdin, Senin 4 Januari.

Kendati, dirinya tak menampik bahwa kebijakan itu merugikan pelaku usaha. Bahkan tak sedikit UMKM gulung tikar dengan diterapkannya sistem tersebut. Pihaknya akan mengevaluasi dan mengkaji sejauh mana efektivitas pembatasan jam malam ini.

”Saya kira pastilah kita akan perhatikan itu UMKM dan untuk penghasilannya nanti kita coba meminta Pak Wali Kota bantu,” tuturnya.

Sementara Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengklaim selama kebijakan pembatasan jam malam diterapkan sepekan lalu, terjadi penurunan potensi kerumunan massa di sejumlah tempat publik seperti rumah makan dan cafe.

”Kalau tidak ada orang kumpul, artinya potensi penularan juga tidak ada. Paling tidak potensi penularan bisa diminimalkan,” bebernya.

Ia menjelaskan di saat keselamatan masyarakat menjadi prioritas, maka teori manajemen resiko harus dijalankan. Sehingga tidak ada lagi pertimbangan siapa yang rugi maupun siapa yang untung.

”Makanya kita ambil kebijakan jam tutup malam, supaya ekonomi tetap jalan. Jadi ekonomi jalan di siang hari dulu sampai jam tujuh malam,” bebernya.

Lebih jauh, Kepala Dinas PUPR Sulsel itu juga menuturkan bahwa apabila kasus masih terus melonjak, maka tidak menutup kemungkinan pembatasan jam malam kembali akan diperpanjang.

”Yang jelas kebijakan pemerintah pusat adalah keselamatan yang utama, makanya kalau kasus naik terus yah bisa saja dilanjutkan, apapun akan kami tempuh demi menyelamatkan masyarakat kota Makassar,” tutupnya. ***

Komentar

News Feed