oleh

Memajukan Sulbar, Memajukan Indonesia

-Kolom-1.027 views

IDE yang termuat dalam Nawacita Presiden Joko Widodo tentang membangun Indonesia dari pinggir, adalah berpegang pada prinsip keadilan, kesejajaran.

Demikian untuk menopang kebijakan desentralisasi maupun kebijakan otonomi daerah sebagai konsep operasionalnya.

Dengan Nawacita, tegas menginginkan wilayah-wilayah ini akan lebih mendapat proyeksi. Strategi ini tak terlepas dari tujuan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam arti seluas-luasnya.

Pandangan terhadap ide nawacita ini pun mengandung konsekuensi terhadap daerah-daerah untuk dapat dipacu lebih cepat demi kemajuannya.

Daerah-daerah yang dikategorikan masih berada di “halaman belakang”, di antara daerah yang sudah diposisikan berada di halaman depan atau sedikit lebih maju, adalah Sulawesi Barat (Sulbar).

Posisi itu lebih digambarkan melalui angka-angka makro, seperti dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Angka Harapan Hidup (AHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), pengeluaran perkapita, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), tingkat kemiskinan, gini ratio dan seterusnya. Semua angka makro tersebut masih sangat memprihatinkan.

Demikian pula dengan angka-angka makro lainnya. Seperti, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita. Juga dengan inflasi, belum memberi gambaran menggembirakan.

Angka-angka yang belum menggembirakan tersebut, tentu memiliki misi perubahan, sejalan dengan kuatnya dorongan mengubah angka-angka itu ke arah lebih baik.

Komentar

News Feed