oleh

Media Diharap Jadi Peredam Konflik

PASANGKAYU – Kementerian Agama (Kemenag) Pasangkayu, menggelar dialog bertajuk manajemen konflik.

Ketua panitia Nurdin Samad mengatakan, dialog itu penting mengingat Kabupaten Pasangkayu memiliki penduduk yang multi etnik, ras dan agama.

“Kita di Pasangkayu ini adalah Indonesia mini. Penduduknya multi agama dan suku. Beragamnya suku dan agama ini sangat mudah terjadinya konflik, yang awalnya antar individu dan bisa jadi merembes ke konflik antar suku dan agama,” kata Nurdin, dalam sambutannya, Rabu 11 Agustus.

Pada kondisi tersebut,jurnalis memegang peran penting dalam meminimalisir konflik. Caranya, menyajikan berita yang mengedukasi.

“Fungsi-fungsi Jurnalis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atas berbagai peristiwa yang terjadi sangat dibutuhkan. Harapannnya tidak menampilkan berita yang sifatnya provokatif,” sebutnya.

Kasat Binmas Polres Pasangkayu, AKP Sukaryono mengatakan, delapan tahun ia bertugas di Bumi Vovasanggayu, beberapa kali menjadi Kapolsek dan belum pernah terjadi konflik antar suku.

“Pernah ada hampir terjadi konflik antar suku, saat saya menjadi Kapolsek Baras. Awal permasalahannya perkelahian antar pemuda. Tapi tidak sampai terjadi konflik. Kami melakukan pendekatan secara persuasif dengan memberikan pemahaman dan Alhamdulillah itu diterima kedua belah pihak,” jelas AKP Sukaryono.

Ia berharap, peran dari semua tokoh agama, baik itu Islam, Hindu dan Kristen dengan memberikan edukasi kepada masyarakat secara intensif baik ditempat Ibadah atau dipertemuan manapun, agar konflik individu dan sosial tidak sampai terjadi. (asp/jsm)

Komentar

News Feed