oleh

Matangkan Persiapan Pemberangkatan Calon Jamaah Haji

PASANGKAYU–Rencana pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mulai dimatangkan antar Kemenag dan Pemkab Pasangkayu. Ada pun agenda pembicaraan akhir pekan kemarin, terkait penyesuaian biaya akomodasi dan transportasi dari Pasangkayu ke Palu, dan ke embarkasi Makassar.

Pertemuan yang dihadiri wakil Bupati Pasangkayu, Muhammad Saal, Kepala Kementerian Agama, Mustafa Tangngali, dan sejumlah pimpinan OPD juga membahas dengan adanya regulasi baru tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 8 Tahun 2019.

Muhammad Saal menegaskan, Pemkab Pasangkayu telah berkomitmen memfasilitasi pemberangakatan CJH dari Pasangkayu menuju embarkasi Makassar. Sehingga, meski dengan anggaran yang terbatas Pemkab akan berupaya mencari solusi terbaik agar CJH Pasangkayu tetap bisa diberangkatkan dengan sebaik mungkin.

“Kita sudah memfasiliasti pemberangakatan CJH dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga tahun ini pun kita tetap berkomitmen menfasilitasi yang sama. Harapan saya, kita jangan membebani calon jamaah,” jelas Saal.

Menurut Saal, dengan adanya kenaikan biaya tiket tidak mungkin dibebankan kepada calon jamaah. Sekarang, kita perlu dipikirkan bersama. Apakah pemberangkatan calon jamaah ke embarkasi Makassar, naik pesawat atau lewat darat saja. ”Kalau naik bus, maka bus yang digunakan harus nyaman,” harap Saal.

Kepala Kemenag Pasangkayu, Mustafa Tangngali menyebutkan, pihaknya siap menerima apapun keputusan pemkab nantinya. Ia, juga siap menyosialisasikan apa pun yang menjadi keputusan bersama. “Mumpung sekarang sedang dilaksanakan manasik. Jadi keputusan pemkab nantinya mudah disosialisasikan kepada CJH,” terang Mustafa.

Mustafa menambahkan, pemberangkatan CJH Pasangkayu dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama tergabung dalam kloter 10 sebanyak 155 orang, 12 Juli. Sementara sisanya tergabung dalam kloter 33 diberangkatkan, 29 Juli. (r2)

Komentar

News Feed